Bawaslu lantik enam anggota Panwaslu untuk Belanda-Jerman

id bawaslu,lantik panwaslu belanda-jerman,pemilu 2019

Bawaslu lantik enam anggota Panwaslu untuk Belanda-Jerman

Ketua Bawaslu Abhan. (ANTARA/Galih Pradipta)

London (ANTARA News) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan, melantik enam anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Luar Negeri (Panwaslu LN) untuk Belanda dan Jerman di Ruang Nusantara, Kedutaan Besar RI (KBRI) KBRI di Den Haag, Belanda, Rabu.

Keenam orang itu bertugas mengawasi pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2019 dari perwakilan Den Haag, Belanda dan Frankfurt, Jerman, kata Sekretaris Ketiga Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Den Haag, Indra Danardi Haryanto kepada Antara London, Kamis.

Selain pelantikan, juga diadakan penandatanganan Pakta Integritas bagi anggota Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Den Haag dan Frankfurt.

Dengan sumpah dan pakta integritas tersebut, seluruh Anggota Panwaslu Luar Negeri resmi bertugas mengawal dan mengawasi pelaksanaan Pemilu tahun 2019 di wilayah kerja KBRI Den Haag dan Konsular Jenderal RI Frankfurt.

Keenam yang dilantik tersebut terpilih setelah serangkaian proses penjaringan calon. Mereka adalah Putri Handayani, Arie Purwanto dan Isnawati Hidayah untuk Panwaslu Den Haag, serta Sri Nur Indrati Debus, Agnes Nirmalasari Soetanto dan Roselinda Adriana untuk Panwaslu Frankfurt.

Acara pengambilan sumpah dan janji dipimpin Abhan, dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Gunawan Suswantoro dan anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Dubes RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Inspektur Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Rachmat Budiman dan pejabat di lingkungan KBRI Den Haag dan masyarakat Indonesia di Belanda.

Acara pelantikan ditutup dengan acara Sosialisasi Penyelenggaraan Pengawasan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Luar Negeri, yang diikuti sekitar 60 anggota masyarakat Indonesia di Belanda.

Pewarta : Zeynita Gibbons
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar