Petinggi PSI agendakan safari solidaritas di Jayapura

id psi ke jayapura, dpw psi papua, pemilu 2019

Petinggi PSI agendakan safari solidaritas di Jayapura

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Jayapura (ANTARA) - Para petinggi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengagendakan safari solidaritas dalam bentuk diskusi dengan para pemilih pemula serta kader di Kota Jayapura, Papua pada 1 April 2019.

Ketua DPW PSI Provinsi Papua Karmin Lasuliha di Kota Jayapura, Senin malam mengatakan para petinggi partai tersebut akan bertukar pikiran, memberikan pencerahan dan wawasan kepada para pemilih pemula dan kader PSI terkait pentingnya pemilu bagi Indonesia.

"Jadi ini dalam bentuk diskusi, namanya safari solidaritas. Kegiatan ini digelar di 25 kabupaten/kota seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Jayapura," katanya.

Karmin yang mengaku baru saja kembali dari Kota Karang Panas, julukan Kabupaten Biak Numfor dalam suatu kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh 500 peserta dari Kabupaten Keerom, Sarmi, Kota dan Kabupaten Jayapura.

"Sementara para petinggi PSI yang akan hadir dan menjadi nara sumber adalah juru bicara PSI Azmi Abubakar yang merupakan aktivsi 98, Sumardi dan Tsamara Amani yang merupakan ketua DPP PSI," katanya.

Sedangkan mengenai tema kegiatan, kata alumnus STIKOM Muhammadiyah Jayapura itu mengungkapkan bahwa tema tersebut sesuai dengan dukungan PSI pada pemilu nanti.

"Temanya menangkan Jokowi, pilih PSI untuk Indonesia maju," katanya

Terkait komitmen kampanye pemilu damai yang terus digaungkan oleh berbagai pihak seperti Bawaslu dan KPU Papua, Karmin mengaku hal itu merupakan komitmen bersama untuk mensukeskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"PSI sudah sepakat dan berkomitmen mendukung pemilu damai, bahkan dalam tiap kesempatan seperti yang dilakukan oleh FKUB dan Bawaslu Papua. Tapi kalau yang digelar hari ini saya tidak sempat hadir karena baru kembali dari Biak," katanya.
 

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar