Tanjung Selor (Antara News Kaltara) – Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltara Risdianto meminta Pemkab Bulungan untuk membentuk tim percepatan kelistrikan untuk Tanjung Palas Timur, Bulungan. Dari pihak PT PLN sendiri mengaku memberi dukungan atas upaya pemerintah provinsi untuk percepatan tersebut, hanya saja masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.

Untuk itu, Pemprov Kaltara mengundang berbagai pihak baik dari PT PLN, perusahaan sawit, camat setempat dan juga instansi terkait baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten Bulungan, kemarin (22/11) di gedung Serbaguna.

“Pemkab Bulungan sudah membangun interkoneksi atau jaringannya, nah, PT PLN itu bisa menyalurkan listriknya jika sudah ada serah terima pengelolaannya ini kepada PLN,” jelas Risdianto. Untuk menerima serah terima tersebut, ada beberapa yang harus dipenuhi, pertama terkait lahan. Kendala yang dihadapi di antaranya dari lahan yang ada di sana terdapat dua lahan milik perusahaan kelapa sawit.

PLN dalam rapat tersebut menuturkan untuk menyalurkan energi listrik ke wilayah Tanjung Palas Timur yakni desa Tanah Kuning dan Mangkupadi harus bebas dari tanaman. Pasalnya dengan adanya tanaman di bawah jaringan maka akan mengganggu operasional.

Baik perusahaan maupun warga pun memberikan dukungan atas terpasangnya jaringan dan siap dilakukan penebangan tanaman. Hanya saja warga dan perusahaan meminta ada tinjauan lapangan oleh tim agar tidak menyalahi masterplan.

“Kita sepakati bentuk tim percepatan dari pemkab Bulungan, dan nanti tim bersama warga dan juga perusahaan akan melihat langsung ke lokasi agar segera klir,” ujar Risdianto. Upaya ini menurutnya sangat penting dilakukan sesuai visi misi pemerintah provinsi dan juga Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Terkait pembangunan jaringan di Tanjung Palas Timur, selain terkendala adanya tanaman pada titik pembangunan jaringan, Risdianto juga memperoleh info terkait kantor koperasi/loket pembayaran. Namun ia mengimbau ini untuk segera dikoordinasikan bersama dengan pemkab Bulungan. “Bisa dengan pinjam pakai asset Bulungan. Tetapi untuk sementara saja,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Risdianto dalam rapat juga mengatakan ada kegiatan yang bersumber dari dana APBN yang konstruksi jaringan telah dibangun tetapi belum berfungsi karena masih menunggu pelayanan listrik 24 jam.

“Nah disini saya mengajak semua yang hadir baik dari PLN maupun perusahan dan instansi terkait ayo bangun opini yang baik, jangan sampai warga merasa tidak terlayani,” tegasnya.