Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan kebutuhan akan sarana dan prasarana perkantoran yang representatif untuk menunjang kinerja aparatur di Kaltara masih minim. Karenanya pembangunan gedung-gedung kantor pemerintahan bakal terus berlanjut di 2017 mendatang.

     Irianto menjelaskan, ada beberapa rencana pembangunan kantor baru di tahun 2017 nanti seperti kantor gubernur, kantor inspektorat, dan kantor DPRD Kalimantan Utara.

     "Khusus kantor DPRD Kaltara akan dibangun di Kota Baru Mandiri Tanjung Selor mulai tahun depan. Sudah disiapkan dananya sekitar Rp 350 miliar," ujar Irianto, Senin (12/12).

     Sedangkan Kantor Inspektorat, lanjut Irianto yang direncanakan dibangun di Jalan Rambutan persis berdekatan dengan lokasi pembangunan kantor Bappeda 6 lantai, masih menunggu hibah lahan dari Pemkab Bulungan. Adapun kantor gubernur, juga akan dimulai pembangunannya awal tahun 2017 nanti.

     "Untuk sementara mulai Januari nanti, Saya akan berkantor di gedung kantor gabungan SKPD 5 lantai. Dan kantor gubernur sekarang (eks kantor bupati Bulungan) akan dibongkar, dan diganti dengan kantor gubernur dengan desain baru. Kami targetkan tahun 2019 akan selesai," tuturnya.

     Irianto mengatakan seluruh gedung kantor yang telah dan akan dibangun Pemprov Kaltara dibuat minimalis dan sangat hemat energi. Dicontohkan gedung kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang baru diresmikan, Senin (5/12) kemarin.

     Gedung berkonsep minimalis berlantai empat ini dirancang khusus dengan mengurangi penggunaan beton pada bagian dinding-dindingnya. Dinding-dinding gedung banyak berbahan kaca dan ventilasi diperbanyak sehingga sinar matahari dan udara lebih leluasa masuk ke dalam ruangan.

     Pada siang hari, lanjut Irianto pemanfaatan listrik diminimalisir khususnya penggunaan lampu. Listrik hanya menyuplai kebutuhan mesin pendingin udara dan peralatan kantor seperti komputer dan lainnya.

    "Sinar mataharinya bisa langsung ke ruangan-ruangan di penjuru sisi. Ini salah satu cara kami untuk menghemat energi,"ujarnya.

     Dengan konsep itu, lanjut Irianto bukan hanya energi yang dihemat. Tetapi biaya untuk operasional pembayaran listrik tiap bulannya juga bisa ditekan. Selain itu, gedung PUTR dibuat khas dimana bagian tengahnya yang dibiarkan kosong. Sehingga tampak gedung persegi itu mengelilingi ruang kosong tersebut.

     "Di ruang kosong itu diberi tanaman hijau. Supaya lebih bergairah dan timbul suasana nyaman bekerja para staf," sebutnya.

    Selain hemat energi, lanjut Irianto dirinya selalu berpesan agar gedung kantor yang dibuat mengacu konsep green building. Termasuk juga di kantor gabungan SKPD/kantor gubernur 5 lantai yang rencananya akan diresmikan 22 April mendatang bertepatan dengan Hari Jadi Kaltara yang ke-4. Begitu pula gedung kantor Bappeda 6 lantai yang diperkirakan selesai di akhir tahun 2017 nanti.

     "Semua gedung-gedung modern sudah mengarah seperti ini. Bahkan lebih bagus lagi jika dilengkapi panel solar cel," sebutnya.