Jakarta (Antaranews Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie melakukan pertemuan silaturahmi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/7). Di saat bersamaan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, melakukan pertemuan dengan OPD terkait di Pemprov DKI.

Gubernur mengatakan, di samping silaturahmi, pertemuan tersebut dalam rangka pembelajaran bagi beberapa kepala OPD dan Biro, utamanya yang berkaitan dengan pengelolaan pelayanan publik dan perizinan dan perencanaan. "Saya membawa beberapa kepala OPD, untuk belajar mengenai pengembangan smart city dan berbagai aplikasi e-Government yang telah dikembangkan oleh Pemprov DKI Jakarta," ujar Irianto.

Menurut Gubernur, sebagai provinsi baru, Kaltara perlu banyak belajar. Bahkan tak perlu malu untuk meniru pada hal-hal yang baik. Seperti yang dilakukan dengan Pemprov DKI Jakarta ini. Dikatakannya, beberapa kepala OPD dibawa untuk belajar mengenai pengembangan smart city dan berbagai aplikasi e-Government.

"Belajar sangat penting. Jangan malu untuk belajar. Bahkan tidak ada salahnya kita meniru untuk hal yang baik. Apa yang baik dan telah diterapkan di DKI Jakarta, akan kita kembangkan juga di Kaltara. Untuk itu, saya menginginkan kepada kepala OPD/Biro terkait untuk belajar dengan DKI Jakarta," ungkapnya.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Sandiaga Uno, berlangsung dalam suasana santai. Diskusi dilakukan dengan serius, namun sesekali diselingi dengan candaan-candaan. "Saya sudah mengenal Pak Sandiaga Uno, jauh sebelum terpilih sebagai Wagub DKI Jakarta. Bahkan sebelum maju menjadi calon Wagub. Waktu itu, saya salah seorang yang diajak berdiskusi dan dimintai pendapat ketika bertemu di kantornya pada tahun 2015 yang lalu," ungkap Irianto lagi.

Terkait dengan pengembangan smart city, dipilihnya DK Jakarta, karena Jakarta Smart City memang menjadi salah satu rujukan pemerintah daerah di Indonesia dalam implementasi kota cerdas. "Apalagi Jakarta sebagai ibu kota negara dengan kompleksitas permasalahan pemerintahan yang begitu tinggi, terutama aspek pelayanan publikya. Dengan penerapan berbagai layanan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi, terjadi peningkatan yang signifikan dari sisi pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan efisien," ujarnya.

Terkait hal yang bisa diterapkan di Kaltara dari Jakarta Smart City ini, Gubernur mengatakan, selain meniru yang sudah ada, perlu ada beberapa terobosan yang bisa dilakukan. Salah satunya bekerja sama dengan berbagai start up pengembang aplikasi. "Tentunya tidak sama persis. Kompleksitas dan kondisi lingkungannya berbeda. Makanya perlu ada terobosan dan inovasi-inovasi," kata Gubernur.

Tidak hanya dalam hal pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, melalui program Smart City juga dilakukan untuk pengembangan ekonomi rakyat. Untuk diketahui, Jakarta Smart City memfasilitasi dengan menyediakan berbagai data pemerintahan melalui aplikasi open data, yang bisa diakses oleh para pengembang aplikasi. Sebagai contoh, dalam memasarkan berbagai produk daerah, khususnya UMKM. Bekerja sama dengan Tokopedia, telah menyediakan laman khusus bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memasarkan berbagai produk unggulannya, oleh Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan. "Jadi mereka tak perlu lagi membuat aplikasi tersendiri. Ini bisa kita terapkan untuk UMKM yang ada di Kaltara," ungkapnya.

Sementara itu, Sandiaga Uno menuturkan, Pemprov DK Jakarta selalu terbuka bagi pemerintah daerah yang datang berkunjung dan belajar. Termasuk dalam program Jakarta Smart City. "Ada terbagi dua. Untuk layanan aplikasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat menjadi tugas UPT Jakarta Smart City. Sedang untuk layanan aplikasi pemerintahan, menjadi ranahnya bidang e-Government," katanya singkat.


Pewarta : Edy Nugroho
Uploader : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2024