PWI kaltara soroti aksi "Wartawan KPK"
Selasa, 2 Juli 2019 13:45 WIB
KPK
Tanjung Selor (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara menyoroti aksi seorang mengaku wartawan dari
"KPK" (Koran Perangi Korupsi).
Dt Iskandar Z, Ketua dan Mansyur, Sekretaris PWI Kaltara di Tanjung Selor, Selasa mengutuk keras atas aksi yg mencoreng nama baik profesi wartawan tersebut.
PWI mendukung agar pihak kepolisian memproses kasus pemerasan yang menimpa seorang guru oleh oknum wartawan itu.
PWI mengimbau guna mencegah aksi serupa, kepada masyarakat, terutama di instansi pemerintahan atau swasta agar selektif menerima wartawan.
"Jangan sungkan tanyakan identitas wartawan dan medianya. Apakah dia punya punya kartu lulus kompetensi melalui uji kompetensi wartawan. Juga tanyakan apakah medianya sudah diverifikasi Dewan pers," katanya.
Pengakuan beberapa pejabat mengaku sempat terkecoh dengan kehadiran wartawan yang mengenakan rompi bertuliskan KPK karena mirip dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Sebelumnya, Ditkrimum Polda Kaltara menangkap YP, mengaku wartawan KPK lantaran memeras seorang guru SDN 028 Tanjung Selor.
YP diduga selain di Tanjung Selor, telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah di wilayah Kaltara.
Polisi masih mengembangkan kejadian yang terungkap awal pekan ini.
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit didampingi Dir Krimum, Kombes Pol Partomo Iriananto mengatakan oknum wartawan itu diamankan setelah menerima laporan adari pihak sekolah yang tak lain adalah korban bernama bernama Setyono, Spd.
Total kerugian korban, Rp3,5 juta.
Diakui YP, uang hasil pemerasan itu dilakukan untuk keperluan pribadi untuk membeli HP, lemari, serta keperluannya yang lain.
Modus yang digunakan YP drngan menakut-nakuti korbannya dengan mengatasnamakan wartawan KPK.
YP kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan ingin membangun kantor di Kaltara.
Baca juga: Pejabat Pemerintah Wajib Pahami e-LHKPN
Baca juga: Pekan Depan KPK Lakukan Rakor dan Pemetaan di Kaltara
"KPK" (Koran Perangi Korupsi).
Dt Iskandar Z, Ketua dan Mansyur, Sekretaris PWI Kaltara di Tanjung Selor, Selasa mengutuk keras atas aksi yg mencoreng nama baik profesi wartawan tersebut.
PWI mendukung agar pihak kepolisian memproses kasus pemerasan yang menimpa seorang guru oleh oknum wartawan itu.
PWI mengimbau guna mencegah aksi serupa, kepada masyarakat, terutama di instansi pemerintahan atau swasta agar selektif menerima wartawan.
"Jangan sungkan tanyakan identitas wartawan dan medianya. Apakah dia punya punya kartu lulus kompetensi melalui uji kompetensi wartawan. Juga tanyakan apakah medianya sudah diverifikasi Dewan pers," katanya.
Pengakuan beberapa pejabat mengaku sempat terkecoh dengan kehadiran wartawan yang mengenakan rompi bertuliskan KPK karena mirip dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
Sebelumnya, Ditkrimum Polda Kaltara menangkap YP, mengaku wartawan KPK lantaran memeras seorang guru SDN 028 Tanjung Selor.
YP diduga selain di Tanjung Selor, telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah di wilayah Kaltara.
Polisi masih mengembangkan kejadian yang terungkap awal pekan ini.
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit didampingi Dir Krimum, Kombes Pol Partomo Iriananto mengatakan oknum wartawan itu diamankan setelah menerima laporan adari pihak sekolah yang tak lain adalah korban bernama bernama Setyono, Spd.
Total kerugian korban, Rp3,5 juta.
Diakui YP, uang hasil pemerasan itu dilakukan untuk keperluan pribadi untuk membeli HP, lemari, serta keperluannya yang lain.
Modus yang digunakan YP drngan menakut-nakuti korbannya dengan mengatasnamakan wartawan KPK.
YP kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan ingin membangun kantor di Kaltara.
Baca juga: Pejabat Pemerintah Wajib Pahami e-LHKPN
Baca juga: Pekan Depan KPK Lakukan Rakor dan Pemetaan di Kaltara
Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kaltara
Lihat Juga
Kakanwil Kemenag Kaltara Ikuti Silaturahmi dan Rakor Forum Kakanwil se-Indonesia
30 January 2026 11:31 WIB
Kakanwil Kemenag Kaltara Dorong Rumah Ibadah Jadi Pelopor Cinta Lingkungan
26 January 2026 18:41 WIB