Tanjung Selor (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), bekerjasama dengan Universitas Kaltara (Unikal) melakukan kajian sebaran Covid-19 di Provinsi Kaltara. Dimana, hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat menjadi referensi pengambilan kebijakan strategis di Kaltara tahun depan. Utamanya, terkait penanganan pandemi.

“Melalui kerjasama ini, diharapkan Pemprov Kaltara bisa memetakan dampak yang ditimbulkan serta dapat merumuskan strategi pemulihan ekonomi dalam rangka penyusunan kebijakan jangka pendek dan menengah di 2021,” kata Kepala Bappeda-Litbang Kaltara, Risdianto di ruang rapat Bappeda-Litbang Gedung DPUPR-Perkim Lantai 4, Senin (30/11).

Selain memetakan dampak di sektor ekonomi, dalam penyusunan kajian ini juga dikumpulkan persepsi publik. Hal ini agar kajian yang disusun guna pengambilan kebijakan strategis 2021 tepat sasaran.

Menurut Risdianto, pemerintah telah banyak mengambil langkah dalam rangka pemulihan ekonomi terdampak Covid-19. Apalagi tahun depan, pemerintah baik daerah masih akan fokus pada pemulihan ekonomi pasca pandemi. “Pemulihan ekonomi pasca pandemi masih menjadi priotas di 2021. Sehingga untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi di Kaltara tahun depan, perlu disusun kajian sebelum menentukan langkah kebijakan yang akan diambil,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam penyampaian laporan penangan ini Bappeda-Litbang dan UniKal Gelar Kajian Untuk Penanganan Covid-19 secara virtual meeting dengan melibatkan multipihak sebagai pembahas.


Pewarta : Muh Iqbal
Uploader : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2024