Jakarta (ANTARA) - Virus Covid-19 tidak akan sirna sama sekali. 

Seperti pandemi influensa/flu yang merebak tahun 1919, dan merenggut sekitar 50 juta jiwa manusia seluruh dunia. 

Sampai sekarang flu masih ada. Sampai sekarang belum ada obat untuk flu. Yang ada dan beredar sejak dulu hanya obat meredakan flu. 

Flu terus membayangi hidup kita sampai sekarang. 

Hanya saja  keganasannya jauh berkurang, sedangkan immunitas kita jauh semakin baik. Maka, kalau seseorang kena flu, dokter cuma suruh istirahat 3 hari. Beres. 

Saya kira seperti itulah pemahaman masyarakat AS dan Eropa menghadapi Covid-19. 

Mereka kini berkejaran dengan waktu untuk memberi vaksin kepada warganya supaya memiliki kekebalan melawan Covid-19.
  Catatan Ilham Bintang - Penanganan virus COVID-19 di Selandia Baru Dubes RI di NZ Tontowi Yahya
Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Istri aktor Anwar Fuady tutup usia
Baca juga: Catatan Ilham Bintang: Terpapar COVID, penyanyi Fryda Lucyana saksikan pemakaman ayah secara virtual


Pemerintah New Zealand  lain lagi. Tapi menarik. NZ salah satu dari sedikit negara di dunia yang sampai hari ini tetap menutup border. 

Sejak pandemi hingga sekarang orang asing belum boleh masuk negara itu. Antar provinsi saja berlaku aturan buka tutup.

Total kasus positif di NZ 2600, dan 26 wafat sejak pandemi awal Maret tahun lalu.  

Sudah 6 bulan kasus Covid19 di NZ bisa dibilang nol.  Catatan Ilham Bintang - Penanganan virus COVID-19 di Selandia Baru 

Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Penyanyi Fryda Lucyanater papar COVID kedua kali, ayah wafat
Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Artis Dana Christina & Suami terpapar COVID: Belum tahu suami Meninggal

Satu dua kasus yang ada berada di tempat karantina yang menampung citizen mereka yang baru pulang dari LN.

Pada enam minggu pertama lock down, pemerintah membiayai kebutuhan dasar warganya. Untuk pekerja penuh waktu dikasih gaji $584.00/minggu dan paruh waktu $384.00/minggu. Itu sama dengan 70% dari gaji mereka.
 
Subsidi diberikan sampai Desember 2020. Menurut Duta Besar RI di NZ, Tantowi Yahya, 5 bulan lockdown, karyawan disuruh tinggal di rumah. 

"Perusahaan yang terdampak juga diberikan berbagai subsidi dan insentif antara lain ; keringanan pajak, skema pinjaman khusus dengan bunga renda dan tengat waktu pengembalian pinjaman sampai 7 bulan," urai Tantowi Senin (19/7) pagi. 
  Catatan Ilham Bintang - Penanganan virus COVID-19 di Selandia Baru.
Baca juga: Aktor Deddy Mizwar terpapar COVID
Baca juga: Kisah Indro Warkop Hanya Sehari Terdeteksi Positif COVID-19
Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Selamat Jalan Pak Harmoko, Yang Selalu " Menang Banyak"

Masyarakat Selandia Baru memang dikenal taat aturan. Subsidi selama lockdown membuat mereka bertambah patuh pada kebijakan pemerintah. Karena masyarakat patuh mudah bagi pemerintah untuk melaksanakan strateginya melawan virus. 

Perang terhadap virus dipimpin langsung oleh PM didampingi Dirjen Kesehatan. Tiap hari mengupdate data Covid19 kepada publik. 

Hanya itu satu-satunya yang berhak bicara mengatasnamakan pemerintah NZ.  

Setelah pandemi reda, pemerintah NZ membentuk Kementerian Khusus Covid19. Kini instansi  itulah yang mengurusi pencegahan Covid19. 

Semua pejabat dari banyak instansi kementerian kembali kepada tupoksinya masing-masing.

Begitupun, pemerintah NZ masih tetap menutup negaranya dari kunjungan asing hingga 18 bulan ke depan.

(" H. Ilham Bintang, 
- wartawan senior dan pengusaha Indonesia juga dikenal sebagai "raja infotainment" serta "pelopor jurnalistik infotainment" di Indonesia.
- Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.
- Pendiri Cek & Ricek).


Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Warga Perth Australia Rayakan Bebas Merdeka dari Ancaman COVID-19
Baca juga: Catatan Ilham Bintang - Duka Beruntun Dari Orang Orang Dekat Korban COVID-19
Baca juga: Miing "Bagito" terpapar COVID-19, ini pengakuannya
  Catatan Ilham Bintang - Penanganan virus COVID-19 di Selandia Baru Dubes RI di NZ Tontowi Yahya

Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2024