Nunukan (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nunukan mengaku mendapatkan laporan ada dua pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) meninggal dunia di Kecamatan Tulin Onsoi.

"Saya dapat laporan hari ini pagi-pagi tadi ada dua pasien COVID-19 di Tulin Onsoi yang menjalani isolasi mandiri (isoman) meninggal dunia," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan Aris Suyono saat menyampaikan perkembangan COVID-19 di daerahnya pada rakor evaluasi di Kantor Bupati Nunukan, Senin.

Ia menyatakan kurangnya fasilitas tempat tidur di RSUD Nunukan maupun puskesmas menyebabkan terlalu selektif dalam menerima pasien dimana hanya merawat pasien yang parah atau tergolong kritis saja.

Namun faktanya, dari 47 kasus yang tergolong kritis hanya delapan orang yang mampu diakomodir untuk dirawat di ruang ICU RSUD Nunukan maupun puskesmas. Sedangkan kasus sedang dan berat di Kabupaten Nunukan berjumlah 142 orang sehingga ke depannya perlu ditambah lagi fasilitas kesehatan 20 persen dari jumlah tersebut pada Agustus 2021.  

Aris menyatakan fasilitas tempat tidur bagi pasien COVID-19 yang kritis hanya tersedia 10 buah saja. Tingginya pasien yang menjalani isolasi mandiri, juga disebabkan permintaan keluarga sendiri atau menolak rawat inap.  

"Kalau rumah sakit terlalu selektif terhadap pasien COVID-19 maka ditakutkan pasian isolasi mandiri akan meningkat. Ini yang kita takutkan," ungkap dia. Jika ini terjadi, maka pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia akan meningkat karena kurang mendapatkan perawatan intensif.

Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan menilai tidak tertutup kemungkinan akan terjadi di kecamatan lainnya.

Jumlah pasien meninggal dunia di Kabupaten Nunukan per 26 Juli 2021 sebanyak 47 orang, 946 kasus masih dirawat, 1.930 orang dinyatakan sembuh dari total terkonfirmasi positif 2.923 orang.

 

Pewarta : Redaksi
Editor : Rusman
Copyright © ANTARA 2024