Inflasi di Kaltara turun sebesar 0,47 persen
Sabtu, 6 Agustus 2022 11:36 WIB
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Tedy Arief Budiman. ANTARA/Susylo Asmalyah.
Tarakan (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Utara pada Juli 2022 mengalami penurunan inflasi sebesar 0,47 persen dari sebelumnya 0,53 persen
pada Juni 2022.
"Inflasi pada dua kota IHK yaitu Kota Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing sebesar 0,50 persen dan 0,34 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Sabtu.
Inflasi Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing merupakan yang tertinggi ke 68 dan 81 dari 90 Kota IHK di Indonesia.
Inflasi Kaltara ini masih lebih rendah dari inflasi nasional pada Juni 2022 tercatat 0,64 persen.
Penurunan tekanan inflasi pada periode Juli 2022 disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya pada
komoditas sayur-sayuran seperti bayam, sawi hijau, dan kangkung yang kembali melanjutkan tren penurunan harga.
Meskipun demikian, penurunan tekanan inflasi masih tertahan oleh beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit terkait kendala pada pasokan dari daerah penghasil.
Selain itu, inflasi pada kelompok transportasi khususnya pada komoditas angkutan udara juga masih terjadi di tengah masih tingginya harga avtur serta terbatasnya penerbangan di tengah peningkatan permintaan masyarakat.
Hal ini menunjukkan keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan dan Tanjung Selor dalam melakukan pengendalian inflasi.
Meskipun demikian, TPID terus bersinergi dalam menjaga tingkat inflasi ke depan di tengah potensi risiko tekanan inflasi dari beberapa komoditas seperti hortikultura akibat faktor cuaca serta angkutan udara yang masih dipengaruhi oleh tekanan tingginya harga avtur dunia.
Ke depan, inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2022, yaitu 3,0±1 persen.
Untuk itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan lembaga terkait yang tergabung dalam TPID di wilayah Provinsi Kaltara terus diperkuat termasuk dalam peningkatan ketahanan pangan diantaranya berupa pelaksanaan demplot bawang merah dan cabai merah.
“Kita terus berkoordinasi di TPID untuk terus mengatasi kondisi tersebut,” ungkap Teddy.
Baca juga: Sri Mulyani sebut Inflasi Indonesia 4,94 persen masih relatif moderat
pada Juni 2022.
"Inflasi pada dua kota IHK yaitu Kota Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing sebesar 0,50 persen dan 0,34 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Sabtu.
Inflasi Tarakan dan Tanjung Selor masing-masing merupakan yang tertinggi ke 68 dan 81 dari 90 Kota IHK di Indonesia.
Inflasi Kaltara ini masih lebih rendah dari inflasi nasional pada Juni 2022 tercatat 0,64 persen.
Penurunan tekanan inflasi pada periode Juli 2022 disebabkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya pada
komoditas sayur-sayuran seperti bayam, sawi hijau, dan kangkung yang kembali melanjutkan tren penurunan harga.
Meskipun demikian, penurunan tekanan inflasi masih tertahan oleh beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai rawit terkait kendala pada pasokan dari daerah penghasil.
Selain itu, inflasi pada kelompok transportasi khususnya pada komoditas angkutan udara juga masih terjadi di tengah masih tingginya harga avtur serta terbatasnya penerbangan di tengah peningkatan permintaan masyarakat.
Hal ini menunjukkan keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan dan Tanjung Selor dalam melakukan pengendalian inflasi.
Meskipun demikian, TPID terus bersinergi dalam menjaga tingkat inflasi ke depan di tengah potensi risiko tekanan inflasi dari beberapa komoditas seperti hortikultura akibat faktor cuaca serta angkutan udara yang masih dipengaruhi oleh tekanan tingginya harga avtur dunia.
Ke depan, inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2022, yaitu 3,0±1 persen.
Untuk itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan lembaga terkait yang tergabung dalam TPID di wilayah Provinsi Kaltara terus diperkuat termasuk dalam peningkatan ketahanan pangan diantaranya berupa pelaksanaan demplot bawang merah dan cabai merah.
“Kita terus berkoordinasi di TPID untuk terus mengatasi kondisi tersebut,” ungkap Teddy.
Baca juga: Sri Mulyani sebut Inflasi Indonesia 4,94 persen masih relatif moderat
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kaltara
Lihat Juga
Kakanwil Kemenag Kaltara Dorong Rumah Ibadah Jadi Pelopor Cinta Lingkungan
26 January 2026 18:41 WIB
Bupati Bulungan Serahkan Bantuan Truk Serbaguna BNPB saat Apel Gabungan OPD
26 January 2026 18:32 WIB
Guest House Pemda Bulungan Akan Dijadikan Pusat Pelayanan Publik dan Pariwisata
24 January 2026 20:22 WIB
Badan Pengelola Perbatasan Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa yang Hilang di Nunukan
24 January 2026 19:58 WIB
Peringatan Isra Mikraj 1447 H Kanwil Kemenag Kaltara, Momentum Menguatkan Iman, Integritas, dan Pelayanan Umat
22 January 2026 21:45 WIB
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
22 January 2026 10:18 WIB
Gubernur Kaltara Sampaikan Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan
21 January 2026 20:03 WIB
Wakil Bupati Bulungan Resmi Membuka Seminar dan Perayaan Natal Pekerja GKII Kayan Hilir
20 January 2026 19:20 WIB