Ekonomi Kaltara pada 2023 pertumbuhannya sampai 4,98 persen
Sabtu, 7 Januari 2023 22:07 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Teddy Arief Budiman. ANTARA/Susylo Asmalyah.
Tarakan (ANTARA) - Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara di tahun 2023 diproyeksikan sedikit tertekan, antara 4,18 persen sampai 4,98 persen.
"Proyeksi ini menurun dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Bukan tanpa analisa, dengan melihat beberapa faktor mempengaruhi proyeksi tersebut," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Teddy Arief Budiman di Tarakan, Sabtu.
Menurutnya ada faktor pendorong, pendukung dan ada faktor penahan. Teddy melihat di 2023, secara naturalnya Kaltara sangat tergantung dengan ekspor batu bara dengan CPO.
Sementara di tahun 2023, masih melihat apakah ada kebijakan tertentu dari negara pembeli, karena tren dunia sekarang mengarah kepada energi hijau.
"Harga batu bara diperkirakan tidak sebaik harga di tahun 2022, sehingga kami tidak berani melakukan prediksi lebih tinggi," katanya.
Demikian juga dengan CPO akan banyak negara-negara pembeli mengurangi penggunaan kelapa sawit. Hal tersebut masih dicermati, termasuk juga bagaimana pemerintah memberlakukan kebijakan terhadap batu bara dengan CPO.
Faktor lain, menurut Teddy, adalah cuaca. Di mana fenomena La Nina yang diprediksi masih akan berlanjut di tahun ini akan turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama di volume perdagangan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Kaltara pada tahun 2022 menunjukkan tren positif.
Baca juga: Catatan Ana Sriekaningsih : Rupiah Digital Tak Menggerus Uang Kartal
"Proyeksi ini menurun dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Bukan tanpa analisa, dengan melihat beberapa faktor mempengaruhi proyeksi tersebut," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Teddy Arief Budiman di Tarakan, Sabtu.
Menurutnya ada faktor pendorong, pendukung dan ada faktor penahan. Teddy melihat di 2023, secara naturalnya Kaltara sangat tergantung dengan ekspor batu bara dengan CPO.
Sementara di tahun 2023, masih melihat apakah ada kebijakan tertentu dari negara pembeli, karena tren dunia sekarang mengarah kepada energi hijau.
"Harga batu bara diperkirakan tidak sebaik harga di tahun 2022, sehingga kami tidak berani melakukan prediksi lebih tinggi," katanya.
Demikian juga dengan CPO akan banyak negara-negara pembeli mengurangi penggunaan kelapa sawit. Hal tersebut masih dicermati, termasuk juga bagaimana pemerintah memberlakukan kebijakan terhadap batu bara dengan CPO.
Faktor lain, menurut Teddy, adalah cuaca. Di mana fenomena La Nina yang diprediksi masih akan berlanjut di tahun ini akan turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, terutama di volume perdagangan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Kaltara pada tahun 2022 menunjukkan tren positif.
Baca juga: Catatan Ana Sriekaningsih : Rupiah Digital Tak Menggerus Uang Kartal
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Pengelola Perbatasan Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa yang Hilang di Nunukan
24 January 2026 19:58 WIB
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
22 January 2026 10:18 WIB
Gubernur Kaltara Sampaikan Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan
21 January 2026 20:03 WIB
Pemprov Kaltara Dukung Prognas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
09 January 2026 22:06 WIB
Terpopuler - Kaltara
Lihat Juga
Kakanwil Kemenag Kaltara Dorong Rumah Ibadah Jadi Pelopor Cinta Lingkungan
26 January 2026 18:41 WIB
Bupati Bulungan Serahkan Bantuan Truk Serbaguna BNPB saat Apel Gabungan OPD
26 January 2026 18:32 WIB
Guest House Pemda Bulungan Akan Dijadikan Pusat Pelayanan Publik dan Pariwisata
24 January 2026 20:22 WIB
Badan Pengelola Perbatasan Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa yang Hilang di Nunukan
24 January 2026 19:58 WIB
Peringatan Isra Mikraj 1447 H Kanwil Kemenag Kaltara, Momentum Menguatkan Iman, Integritas, dan Pelayanan Umat
22 January 2026 21:45 WIB
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
22 January 2026 10:18 WIB
Gubernur Kaltara Sampaikan Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan
21 January 2026 20:03 WIB