Tarakan (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membuat flatform atau wadah digital untuk kegiatan Online Data Sistem (ODS) bagi  Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah),  yakni guna meningkatkan pengembangan usaha tersebut.

"Koperasi dan UKM se-Kaltara segera  gunakan Online Data Sistem. Kami telah melakukan pelatihan bagi mereka. Adanya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Koperasi badan usaha yang sehat, kuat, mandiri agar setara dengan badan usaha lainnya dengan sistem dan regulasi," kata  Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltara  Hasriyani di Tanjung Selor, Jumat.

ODS Koperasi dan UKM sendiri merupakan platform perangkat lunak yang dirancang khusus untuk membantu dalam mengelola data koperasi secara efisien, termasuk informasi anggota, keuangan, dan transaksi lainnya yang tersebar seluruh wilayah Indonesia.

Terkait hal itu, pekan ini digelar pelatihan pemanfaatan ODS bagi koperasi dan MKM  dengan mengundang narasumber untuk mengajari para pengelola koperasi dalam membuat perizinan, menguatkan administrasi serta pengelolaan koperasi dan UKM yang sehat dan mandiri. 

Ia menuturkan saat ini jumlah Koperasi yang tersebar seluruh wilayah Kaltara berjumlah 988 koperasi dengan 717 koperasi yang aktif.

Meski secara kuantitas Koperasi di Kaltara sudah bertumbuh dengan sangat pesat namun Hasriyani mengungkapkan kalau hal tersebut juga harus diimbangi dengan kualitas koperasi.

Tujuannya agar ke depannya koperasi yang ada di Kaltara tidak hanya hadir sebagai pajangan tapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap roda perekonomian masyarakat.

"Langkah kongkret agar koperasi itu dapat tumbuh dengan sehat ialah dengan menjalankan reformasi rehabilitasi dan dapat terbangun secara database yang baik dan tersistem secara online,” lanjutnya.

Dengan harapan para pelaku Koperasi dan UKM agar ke depannya mereka dapat berkembang dan membangun koperasi secara legal, sehat, mandiri dengan program berjalan yang tepat sasaran. 


Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2024