Tarakan (ANTARA) - Terik matahari begitu menyengat, Rabu (20/11) siang itu. Peluh tak menyurutkan semangat Irianto Lambrie yang didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus berjalan menyusur jalan / jembatan semenisasi di perkampungan tersebut.

Tak ada rencana untuk berkunjung ke wilayah ini. Niat untuk “blusukan” muncul tiba-tiba saat berada di pesisir barat Pulau Tarakan itu. “Alhamdulillah, meski tidak direncanakan, saya berkesempatan untuk berkeliling di wilayah ini. Selain bisa bersilaturahmi dengan warga, saya juga meninjau beberapa program bantuan pemerintah provinsi,” kata Irianto.

Gubernur mengatakan, berkunjung ke wilayah-wilayah seperti itu harus dilakukan oleh seorang kepala daerah. Karena dengan datang langsung bertemu warga, kepala daerah bisa memahami kondisi, sekaligus menyerap aspirasi atau harapan dari masyarakat.

“Seperti tadi, saya melewati jalan/jembatan yang sudah miring-miring. Kondisi ini cukup memprihatinkan. Belum lagi, melihat sebagian kondisi ekonomi masyarakat. Dengan begini, kita bisa paham dengan apa yang dirasakan warga. Di lapangan kita tahu, ternyata masih ada masyarakat kita yang ekonominya belum kecukupan,” ujarnya.

Sebagian wilayah Karang Anyar Pantai, lanjut Irianto, tergolong sebagai daerah kumuh. Meski sebagian masyarakatnya memiliki ekonomi yang berkecukupan. Namun kondisi daerahnya, perlu mendapat perhatian. Utamanya dalam hal penataan secara fisik. Maupun juga perlunya memberikan Pendidikan sosial, agar bisa mengubah mindset atau prilaku masyarakat untuk semakin membaik.

“Salah satu contoh kenapa saya katakan kumuh, adalah kondisi jalan lingkungannya. Menurut warga sudah puluhan tahun jalan berupa jembatan di wilayah itu belum pernah mendapatkan sentuan perbaikan. Ini perlu ditata, dirapikan. Kemudian kepada masyarakatnya perlu disosialisasikan, agar menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarang, apalagi membuang ke laut,” kata Irianto Lambrie.

Terkait dengan jembatan atau jalan lingkungan di wilayah itu, Gubernur spontan langsung memerintahkan kepada Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara untuk segera melakukan survei, sekaligus menghitung secara teknis. “Soal anggaran untuk membangunnya, bisa diusulkan ke APBN melalui program penanganan wilayah kumuh. Kalau tidak bisa, kita anggarkan di APBD,” kata Gubernur lagi.

Dalam kunjungan tersebut, Irianto juga menyempatkan untuk meninjau beberapa lokasi bantuan Pemprov Kaltara. Di antaranya ke lokasi pembibitan ikan, kemudian rumah bantuan pemerintah. Juga sempat meninjau jalan lingkungan atau jembatan di perkampungan pesisir itu. “Untuk rumah yang dibantu ini, merupakan korban kebakaran beberapa waktu lalu. Kita bantu kepada warga, agar bisa membangun kembali rumahnya,” imbuh Irianto.

Di sela blusukannya, tak sedikit masyarakat yang menyambut hangat. Beberapa warga ingin berswafoto dengan Gubernur. Ada pula yang hendak sekedar bersalaman hingga mengucapkan terima kasihnya. Di sisi lain, ada warga yang mengeluhkan kondisi wilayahnya dan berharap ada bantuan pemerintah daerah.


Pewarta : Edy Nugroho
Uploader : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2024