Chairul Tanjung: Tiga kiat bertahan di era pandemi
Minggu, 7 Februari 2021 18:11 WIB
Webinar HPN
Tanjung Selor (ANTARA) - Pengusaha sukses Chairul Tanjung menyebut tiga kiat bertahan bagi pelaku dunia usaha di era pandemi COVID-19, pertama selalu menjaga optimisme, kedua mampu menangkap peluang sekecil apapun, dan ketiga ciptakan peluang.
Hal itu disampaikan dalam Webinar "Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan Keberlanjutan Profesi Wartawan Dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" terkait Hari Pers Nasional (HPN), Minggu (07/02/2021).
Pengusaha sekaligus pemilik Trans Corp Chairul Tanjung itu mengibaratkan, kondisi saat ini seperti berjalan di lorong gelap yang masih mencari-cari titik cahaya di ujung sana atau belum ada kepastian kapan pandemi COVID-19 berakhir.
"Ada yang bilang pandemi berakhir dua tahun, empat tahun atau 10 tahun lagi, saat ini kita tidak tahu kapan berakhir," kata pria yang akrab dipanggil CT itu.
Oleh sebab itu, katanya, kiat utama bagi pelaku usaha adalah selalu menjaga optimisme.
Dengan menjaga optimisme itu maka mampu melihat berbagai peluang sekecil apapun.
"Sudah menjadi hukumnya bahwa setiap krisis maka peluang pasti kian mengecil. Nah ini terkait kiat kedua, sekecil apapun peluang itu harus ditangkap," papar mantan Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014.
Jika karena kondisi pandemi kian menutupi celah bisnis --termasuk di dunia media massa-- maka kiat ketiga adalah ciptakan peluang usaha.
"Jika peluang tak ada, apa yang harus dilakukan ? Maka ciptakan peluang usaha. Inilah prinsip jika mau jadi entrepreneur (wirausahawan)," ujar pria lahir di Jakarta, 16 Juni 1962.
CT mengakui bahwa memang hal itu gampang diucapkan tetapi tak mudah dikerjakan. Tetapi, dengan diawali optimisme maka ia yakin semua bisa dikerjakan.
Setiap daerah dan media punya tantangan dan peluang berbeda-beda.
"Dan secara teori ini tidak ada, misalnya hadapi sebuah tantangan harus langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya. Jadi jalan keluar sebuah tantangan harus dicari yang disesuaikan dengan karekter daerah dan media masing-masing," ujar CT.
Ia mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital hanya bermodal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis menjanjikan.
Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube.
"Seperti saya sebut di awal, hidup seperti
kue donat. Orang optimistis dapat rotinya, meski mungkin sedikit tetapi yang pasimistis dapat bolongnya," katanya.
Dalam acara Webinar itu yang dibuka oleh Ketum PWI Atal S Dapari itu hadir juga, antara lain Jenderal (Pur) Moeldoko, Kepalan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan Prof. M Noeh, Ketua Dewan Pers dengan moderator Umi Lubis, Pimred IDN News.
Baca juga: HPN 2021: Media dan semangat nasionalisme di tengah pandemi
Baca juga: Menkominfo sarankan HPN 2021 full digital
Hal itu disampaikan dalam Webinar "Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan Keberlanjutan Profesi Wartawan Dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" terkait Hari Pers Nasional (HPN), Minggu (07/02/2021).
Pengusaha sekaligus pemilik Trans Corp Chairul Tanjung itu mengibaratkan, kondisi saat ini seperti berjalan di lorong gelap yang masih mencari-cari titik cahaya di ujung sana atau belum ada kepastian kapan pandemi COVID-19 berakhir.
"Ada yang bilang pandemi berakhir dua tahun, empat tahun atau 10 tahun lagi, saat ini kita tidak tahu kapan berakhir," kata pria yang akrab dipanggil CT itu.
Oleh sebab itu, katanya, kiat utama bagi pelaku usaha adalah selalu menjaga optimisme.
Dengan menjaga optimisme itu maka mampu melihat berbagai peluang sekecil apapun.
"Sudah menjadi hukumnya bahwa setiap krisis maka peluang pasti kian mengecil. Nah ini terkait kiat kedua, sekecil apapun peluang itu harus ditangkap," papar mantan Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014.
Jika karena kondisi pandemi kian menutupi celah bisnis --termasuk di dunia media massa-- maka kiat ketiga adalah ciptakan peluang usaha.
"Jika peluang tak ada, apa yang harus dilakukan ? Maka ciptakan peluang usaha. Inilah prinsip jika mau jadi entrepreneur (wirausahawan)," ujar pria lahir di Jakarta, 16 Juni 1962.
CT mengakui bahwa memang hal itu gampang diucapkan tetapi tak mudah dikerjakan. Tetapi, dengan diawali optimisme maka ia yakin semua bisa dikerjakan.
Setiap daerah dan media punya tantangan dan peluang berbeda-beda.
"Dan secara teori ini tidak ada, misalnya hadapi sebuah tantangan harus langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya. Jadi jalan keluar sebuah tantangan harus dicari yang disesuaikan dengan karekter daerah dan media masing-masing," ujar CT.
Ia mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital hanya bermodal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis menjanjikan.
Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube.
"Seperti saya sebut di awal, hidup seperti
kue donat. Orang optimistis dapat rotinya, meski mungkin sedikit tetapi yang pasimistis dapat bolongnya," katanya.
Dalam acara Webinar itu yang dibuka oleh Ketum PWI Atal S Dapari itu hadir juga, antara lain Jenderal (Pur) Moeldoko, Kepalan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan Prof. M Noeh, Ketua Dewan Pers dengan moderator Umi Lubis, Pimred IDN News.
Baca juga: HPN 2021: Media dan semangat nasionalisme di tengah pandemi
Baca juga: Menkominfo sarankan HPN 2021 full digital
Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda dan Wakapolda Kaltara Tinjau Budidaya Ayam Petelur di Desa Tanjung Agung
16 January 2026 17:16 WIB
Dandim Nunukan Apresiasi Dukungan Hibah Lahan untuk Pembangunan KDKMP Desa Tanjung Karang
08 January 2026 16:56 WIB
Pemprov Kaltara Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor ke DPR
29 November 2025 21:13 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Sambut Hangat Kedatangan Jusuf Kalla di Bandara Tanjung Harapan
13 November 2025 3:52 WIB
Meriahkan Malam Ramah Tamah HUT Kabupaten Bulungan dan Tanjung Selor, Wagub Bagikan Doorprize
15 October 2025 7:00 WIB
Kapolda Kaltara Hadiri PeringatanHari Jadi Kota Tanjung Selor Ke 235 Dan Kabupaten Bulungan Ke 65
13 October 2025 13:19 WIB
Polda Kaltara Sambut Kunjungan Field Trip SD Al-Qur'an Imam Asy Syafi'i Tanjung Selor
03 October 2025 22:13 WIB
Terpopuler - Ekonomi & Teknologi
Lihat Juga
Telkomsel di Kalimantan Sukses Kawal Lonjakan Trafik 15,16% Selama Libur Natal dan Tahun Baru
14 January 2026 19:31 WIB
Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025
08 January 2026 16:07 WIB
Kesadaran Finansial Meningkat, Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian
07 January 2026 18:27 WIB