Delapan orang diperiksa terkait longsor tambang batu bara PT PMJ
Senin, 11 April 2022 21:53 WIB
Tim SAR Tarakan saat akan melakukan pencarian korban longsor tambang batu bara PT Pipit Mutiara Jaya. ANTARA/HO - SAR Tarakan.
Tarakan (ANTARA) - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bulungan, Kalimantan Utara sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang terkait tanah longsor di tambang batu bara perusahaan PT. Pipit Mutiara Jaya di Kabupaten Tana Tidung.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi yang tahu longsor di lapangan. Namun untuk penyebab longsornya tambang kita masih menunggu jawaban dari Inspektur Tambang Kementerian ESDM," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bulungan, Iptu Komaini saat dihubungi dari Tarakan, Senin.
Dia mengatakan bahwa Inspektur Tambang yang juga melakukan investigasi terkait longsornya tambang batu bara milik PT PMJ.
Pemeriksaan saksi - saksi dari pihak PMJ yang dilakukan Polres Bulungan hanya sebatas pemeriksaan ada longsor, namun terkait penyebabnya belum tahu.
"Apakah disebabkan oleh kelalaian dari pengawasnya atau dari SOP itu dari Inspektur Tambang," katanya.
Selain itu, Polres Bulungan juga mengirim tim Satuan Reskrim ke Tarakan, rencana pada hari Selasa (12/4) akan dilakukan pemeriksaan terhadap empat korban yang selama dan sedang menjalani pengobatan di Tarakan.
Sedangkan delapan orang yang sudah diperiksa berasal dari manajemen PT PMJ.
Sebanyak enam orang tertimbun tanah longsor di tambang batu bara perusahaan PT PMJ pada hari Senin (28/3).
Empat orang selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia atas nama Sawaluddin (43) dan orang masih dalam pencarian atas nama Santok (32).
Baca juga: PLN klaim stok batu bara untuk PLTU kini dapat bertahan selama 15 hari
"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi yang tahu longsor di lapangan. Namun untuk penyebab longsornya tambang kita masih menunggu jawaban dari Inspektur Tambang Kementerian ESDM," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Bulungan, Iptu Komaini saat dihubungi dari Tarakan, Senin.
Dia mengatakan bahwa Inspektur Tambang yang juga melakukan investigasi terkait longsornya tambang batu bara milik PT PMJ.
Pemeriksaan saksi - saksi dari pihak PMJ yang dilakukan Polres Bulungan hanya sebatas pemeriksaan ada longsor, namun terkait penyebabnya belum tahu.
"Apakah disebabkan oleh kelalaian dari pengawasnya atau dari SOP itu dari Inspektur Tambang," katanya.
Selain itu, Polres Bulungan juga mengirim tim Satuan Reskrim ke Tarakan, rencana pada hari Selasa (12/4) akan dilakukan pemeriksaan terhadap empat korban yang selama dan sedang menjalani pengobatan di Tarakan.
Sedangkan delapan orang yang sudah diperiksa berasal dari manajemen PT PMJ.
Sebanyak enam orang tertimbun tanah longsor di tambang batu bara perusahaan PT PMJ pada hari Senin (28/3).
Empat orang selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia atas nama Sawaluddin (43) dan orang masih dalam pencarian atas nama Santok (32).
Baca juga: PLN klaim stok batu bara untuk PLTU kini dapat bertahan selama 15 hari
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT AMNK Bersama Koramil 0910-06/Malsel dan Polsek Malinau Selatan Berbagi Takjil
07 March 2025 15:05 WIB
PLN klaim stok batu bara untuk PLTU kini dapat bertahan selama 15 hari
04 February 2022 13:19 WIB, 2022
Presiden Jokowi "groundbreaking" proyek hilirisasi batu bara jadi DME
25 January 2022 5:28 WIB, 2022
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Ibu Paruh Baya Dari Serangan Buaya di Tarakan
19 January 2026 20:41 WIB