Karantina Tarakan dukung kelancaran kerja sama ASEAN bidang pertanian
Jumat, 21 April 2023 13:30 WIB
Kepala Karantina Pertanian Tarakan Ahmad Mansuri Alfian. ANTARA/Susylo Asmalyah.
Tarakan (ANTARA) - Karantina Pertanian Tarakan, Kalimantan Utara melakukan pengawasan media pembawa komoditas pertanian di perbatasan Malaysia, di tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Hal ini penting dalam mendukug kerja sama Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) serta ASEAN bidang pertanian, apalagi Indonesia pada 2023 sebagai Tetetua ASEAN,"
Kepala Karantina Pertanian Tarakan Ahmad Mansuri Alfian di Tarakan, Jumat.
Dukungan semua pihak penting, katanya, mengingat keterbatasan anggota di lapangan dan banyak jalur pemasukan ilegal.
Selama ini untuk pengawasan media pembawa komoditas pertanian di perbatasan, Karantina Pertanian Tarakan bekerja sama dengan instansi seperti Polri, TNI, Bea Cukai serta Instansi terkait lainnya bersinergi.
Guna mendukung hal tersebut Karantina Pertanian Tarakan turut aktif dalam rapat Sosek Malindo yang diselenggarakan guna menyuarakan bidang perkarantinaan dalam rangka mendukung tupoksi karantina di perbatasan Indonesia - Malaysia.
Selain itu Badan Karantina juga menjalin kerja sama dengan negara - di ASEAN melalui BIMP Eaga (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area).
"Karantina Pertanian Tarakan juga aktif dalam sosialisasi perkarantinaan kepada masyarakat baik secara langsung juga pemderasan secara daring via medsos," kata Alfian.
Ditambahkan Alfian bahwa berdasarkan Undang - Undang RI Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dimana tidak memiliki sertifikat negara asal dilarang masuk ke Tarakan.
Saat ini wilayah Tarakan merupakan zona hijau untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Adanya daging yang masuk ini membawa potensi PMK yang sangat berisiko di wilayah kita," kata Alfian.
Baca juga: Memaknai semangat satu kesatuan dalam logo ASEAN Indonesia 2023
Baca juga: Perkembangan strategi penanggulangan terorisme dibahas BNPT-ASEAN
"Hal ini penting dalam mendukug kerja sama Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) serta ASEAN bidang pertanian, apalagi Indonesia pada 2023 sebagai Tetetua ASEAN,"
Kepala Karantina Pertanian Tarakan Ahmad Mansuri Alfian di Tarakan, Jumat.
Dukungan semua pihak penting, katanya, mengingat keterbatasan anggota di lapangan dan banyak jalur pemasukan ilegal.
Selama ini untuk pengawasan media pembawa komoditas pertanian di perbatasan, Karantina Pertanian Tarakan bekerja sama dengan instansi seperti Polri, TNI, Bea Cukai serta Instansi terkait lainnya bersinergi.
Guna mendukung hal tersebut Karantina Pertanian Tarakan turut aktif dalam rapat Sosek Malindo yang diselenggarakan guna menyuarakan bidang perkarantinaan dalam rangka mendukung tupoksi karantina di perbatasan Indonesia - Malaysia.
Selain itu Badan Karantina juga menjalin kerja sama dengan negara - di ASEAN melalui BIMP Eaga (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area).
"Karantina Pertanian Tarakan juga aktif dalam sosialisasi perkarantinaan kepada masyarakat baik secara langsung juga pemderasan secara daring via medsos," kata Alfian.
Ditambahkan Alfian bahwa berdasarkan Undang - Undang RI Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dimana tidak memiliki sertifikat negara asal dilarang masuk ke Tarakan.
Saat ini wilayah Tarakan merupakan zona hijau untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Adanya daging yang masuk ini membawa potensi PMK yang sangat berisiko di wilayah kita," kata Alfian.
Baca juga: Memaknai semangat satu kesatuan dalam logo ASEAN Indonesia 2023
Baca juga: Perkembangan strategi penanggulangan terorisme dibahas BNPT-ASEAN
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dirut ANTARA sebut ASEAN Newsroom "embrio" asosiasi media di kawasan
05 September 2023 7:39 WIB, 2023
Disiapkan shuttle bus menuju lokasi KTT ASEAN bagi wartawan, ini jadwalnya
01 September 2023 12:58 WIB, 2023
AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, gerbang Polri dan ASEAN jaga kawasan dari kejahatan transnasional
24 August 2023 19:17 WIB, 2023
Pengamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Polri siapkan 2.627 personel dan 8 Satgas
03 May 2023 17:44 WIB, 2023