Tarakan (ANTARA) - Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara Khairul mengharapkan ada sinergitas antara pemerintah pusat dengan daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata bisa dituangkan di Undang-undang Kepariwisataan.

"Salah satunya membangun infrastruktur pariwisata, supaya memudahkan wisatawan datang ke daerah khususnya Kota Tarakan," kata Khairul saat menerima kunjungan kerja Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri di Tarakan, Senin.

Dia mengatakan dari beberapa kegiatan yang selenggarakan di Tarakan, selalu mengeluhkan sarana transportasi ke Tarakan salah satunya harga tiket pesawat terlampau mahal. 

"Itu keluhan teman-teman yang disampaikan ke kami, harapannya ini bisa dicarikan solusi pemerintah pusat dengan menekan harga tiket maupun membangun jembatan Bulan supaya orang bisa datang ke Tarakan lewat jalur darat termasuk jalur laut," kata Khairul.

Walikota juga berharap status bandara Juwata Tarakan bisa kembali seperti semula yaitu bandara internasional, sehingga penerbangan dari Tawau, Malaysia - Tarakan bisa kembali dibuka.

Akibat ditutup sementara status bandara internasional, menyebabkan tidak bisa lagi penerbangan Tawau - Tarakan.

Sementara itu, jika dibuka status bandara internasional, memudahkan wisatawan mancanegara datang ke Tarakan.

Kunjungan kerja Hasan Basri dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait serta dihadiri PHRI Provinsi Kaltara, Asita Provinsi Kaltara dan Asosiasi Pramuwisata serta akademisi dari Universitas Terbuka Tarakan.

Kegiatan kali ini, untuk meminta masukan dan saran terhadap revisi Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan khususnya di Provinsi Kaltara.
Baca juga: Wali Kota Tarakan : Disiplin Adalah Fondasi Utama Membangun Budaya Kerja
Baca juga: Wali Kota Tarakan Menyoroti Pentingnya Faktor Kecerdasan
 

Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2024