Tarakan (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan menerima penghargaan Nasional Lingkungan Hidup oleh La Tofi School of Social Responsibility. 

"Harapannya akan eksistensi program Gunting dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat," kata Area Manager Communication, Relation and CSR Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra di Balikpapan, Jumat.

Arya berharap program ini mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan makanan tambahan dengan gizi seimbang.

Perusahaan energi ini menyabet enam penghargaan di berbagai katagori pada Ajang Indonesia Green Awards (IGA) 2024. Salah satu unit lokasi yang menerima penghargaan ini adalah Fuel Terminal Tarakan. 

Kategori yang diterima di bidang Pengorganisasian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan program GUNTING (Gunung Lingkas Anti Stunting). 

Penganugerahan Indonesia Green Awards ke 15 diserahkan oleh La Tofi, selaku Chairman La Tofi School of Social Responsibilty dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. 

Diinisiasi sejak 2009, ajang ini diselenggarakan untuk mendorong perusahaan-perusahaan nasional agar menjaga lingkungan dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

"Perusahaan BUMN dan swasta, serta para tokoh berpengaruh yang menjamah bumi dengan tangannya untuk berangsur pulih. Sehingga umat manusia bisa bernafas menghirup oksigen gratis dan berlimpah. Bencana alam pun akan menjadi berkurang. Kita perlu kolaborasi terus menerus untuk melahirkan inovasi dalam konservasi alam," kata chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi pada acara penganugerahan IGA 2024 yang berlangsung meriah. 

GUNTING merupakan mitra binaan FT Tarakan yang bergerak dalam upaya penurunan angka stunting sejak tahun 2022 hingga saat ini. Program ini dilaksanakan menggunakan 2 Intervensi yaitu Intervensi Spesifik dan Sensitif. Intervensi Spesifik yaitu berupa pemberian PMT (Pemenuhan Makanan Tambahan) kepada baduta (bayi dua tahun). 

PMT yang diberikan berbentuk nugget dari bahan ikan dan sayur dengan takaran gizi tepat sesuai anjuran dinas kesehatan. 

Capaian program ini dapat menurunkan 91 kasus stunting menjadi 26 kasus.

Adapun PMT diproduksi oleh kader posyandu sehingga kader dapat turut memberikan edukasi nyata kepada orang tua balita mengenai PMT gizi seimbang.

Sedangkan Intervensi Sensitif yang dilakukan oleh FT Tarakan yaitu berupa pengadaan sanitasi septic tank Gentong Mas Santun.

Alat ini merupakan septic tank rakitan untuk masyarakat di wilayah pesisir, karena faktor lingkungan juga mempengaruhi angka stunting. 
Baca juga: Pertamina Ancam Pidana Jika Penyalur LPG 3 Kg Menjual di Atas HET
Baca juga: Pertamina Kembali Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi
 

Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2024