Wagub Kaltara Optimis Menurunkan Angka Stunting Target Sampai 14 Persen
Jumat, 28 Juni 2024 21:38 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP menghadiri Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Semarang. ANTARA/HO-DKISP Kaltara
Tarakan (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP optimis dapat mencapai target 14 persen pada 2024 ini. Berkaca pada terus menurunnya angka tengkes atau stunting selama tiga tahun terakhir dengan capaian 17 persen pada tahun 2023 lalu.
"Namun saya tetap mewanti-wanti bahwa upaya penurunan angka stunting tidak berbicara angka target semata. Melainkan perlu ada upaya bersama-sama melakukan perbaikan kualitas dan perilaku hidup masyarakat," kata Yansen di Tanjung Selor, Bulungan, Jumat.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Semarang, Kamis (27/6). Wagub hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua TPPS Provinsi Kaltara.
Bertajuk “Akselerasi Intervensi Serentak dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting” kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo diikuti seluruh TPPS tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Tujuan kegiatan temu kerja, yakni meningkatkan kapasitas kelembagaan dan koordinasi percepatan penurunan stunting antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lain (stakeholders) baik tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga berfungsi secara optimal dan merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Dari temu kerja tersebut diharapkan identifikasi praktik baik dari daerah terkait dengan percepatan penurunan angka stunting beserta tantangan di lapangan.
"Terkhusus di Kaltara yang masih banyak wilayah yang susah diakses dan belum lengkapnya fasilitas di posyandu," katanya.
Baca juga: Isu Banjir Perbatasan Jadi Pembahasan Prioritas Sosek Malindo
Baca juga: Minta Perangkat Daerah Kawal SPM hingga Akhir Tahun
"Namun saya tetap mewanti-wanti bahwa upaya penurunan angka stunting tidak berbicara angka target semata. Melainkan perlu ada upaya bersama-sama melakukan perbaikan kualitas dan perilaku hidup masyarakat," kata Yansen di Tanjung Selor, Bulungan, Jumat.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Semarang, Kamis (27/6). Wagub hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua TPPS Provinsi Kaltara.
Bertajuk “Akselerasi Intervensi Serentak dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting” kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo diikuti seluruh TPPS tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Tujuan kegiatan temu kerja, yakni meningkatkan kapasitas kelembagaan dan koordinasi percepatan penurunan stunting antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lain (stakeholders) baik tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga berfungsi secara optimal dan merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Dari temu kerja tersebut diharapkan identifikasi praktik baik dari daerah terkait dengan percepatan penurunan angka stunting beserta tantangan di lapangan.
"Terkhusus di Kaltara yang masih banyak wilayah yang susah diakses dan belum lengkapnya fasilitas di posyandu," katanya.
Baca juga: Isu Banjir Perbatasan Jadi Pembahasan Prioritas Sosek Malindo
Baca juga: Minta Perangkat Daerah Kawal SPM hingga Akhir Tahun
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kaltara Harapkan Program Pokir DPRD Dapat jadi Instrumen Pembangunan
11 February 2026 8:11 WIB
Badan Pengelola Perbatasan Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa yang Hilang di Nunukan
24 January 2026 19:58 WIB
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
22 January 2026 10:18 WIB
Gubernur Kaltara Sampaikan Ketimpangan Harga dan Infrastruktur di Perbatasan
21 January 2026 20:03 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Kaltara Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor ke DPR
29 November 2025 21:13 WIB