Tanjung Selor (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para pemangku kepentingan untuk antisipasi antrean berlebih di SPBU karena naiknya BBM nonsubsidi.

“Rapat ini sebenarnya kita lakukan mengantisipasi terjadinya antrean yang berlebihan di SPBU karena harga BBM pada saat ini khususnya yang nonsubsidi itu disparitas harganya sangat tinggi,” ujar Wakil Ketua DPRD Kaltara, Muddain usai memimpin RDP di Kantor DPRD Kaltara, Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Senin.

Disparitas harga yang dulunya selisih cuman Rp2 ribu - Rp3 ribu per liter antara subsidi dan non subsidi, saat ini contohnya BBM nonsubsidi jenis Dexlite kata dia, selisihnya sudah di posisi kurang lebih Rp10 ribu per liter.

“Menurut hemat kami, selisih harga yang sangat tinggi ini memungkinkan akan terjadi penyimpangan yang terjadi di lapangan,” katanya.

Sehingga, sebelum hal tersebut terjadi, maka DPRD Kaltara mencoba untuk mencari solusinya dari sisi kebijakan dengan mengundang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan pemerintah kabupaten/ kota untuk mencari solusi agar tidak terjadi antrean yang begitu panjang di seluruh titik-titik di SPBU.

Karena selisih harga yang begitu tinggi antara subsidi dan nonsubsidi ini, lanjut Muddain, bisa jadi ada oknum-oknum tertentu yang akan memanfaatkan. BBM yang harusnya dimiliki oleh rakyat yang berhak untuk mendapatkan subsidi, sehingga dinikmati oleh kelompok yang tidak punya hak memiliki subsidi.

“Nah ini salah satu antisipasi yang kita lakukan sehingga kita mengundang seluruh stakeholder yang punya kepentingan sangat besar di dalamnya,” jelasnya.

Jauh sebelum terjadinya kenaikan BBM, khususnya yang nonsubsidi, ungkap dia, sudah terjadi antrean yang begitu panjang di SPBU untuk mengantre BBM subsidi.

Dengan adanya kenaikan yang begitu tinggi, pihaknya punya keyakinan besar maka antrean ini semakin terjadi dan kelompok masyarakat yang wajib mendapatkan subsidi akan makin tersiksa.

“Nah sehingga dalam bentuk pelayanannya, kita mengundang beberapa pihak bagaimana caranya mengantisipasi agar kita bisa menekan antrean yang begitu panjang di SPBU,” ucapnya.
Baca juga: 1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina
Baca juga: DPR RI Imbau Masyarakat Jangan Panik Karena Harga BBM Tidak Naik