
DPRD Tarakan RDP dengan Karyawan PT Meris Abadi Jaya yang Diberhentikan

Tarakan (ANTARA) - Kisruh pemberhentian sejumlah karyawan PT Meris Abadi Jaya yang viral di media sosial mendapat perhatian serius DPRD Tarakan.
Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), dewan berharap agar karyawan yang terdampak bisa dipekerjakan kembali.
RDP yang digelar di Gedung DPRD Tarakan, Rabu (16/4), menghadirkan pihak perusahaan, karyawan yang diberhentikan, serta perwakilan Pemkot Tarakan.
Ketua Komisi I DPRD Tarakan, Adyansa, menegaskan penyelesaian persoalan ini harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama bagi pekerja yang telah lama mengabdi.
“Ada yang sudah bekerja sampai 20 tahun sebagai petugas kebersihan. Ini harus jadi pertimbangan agar mereka bisa kembali bekerja,” ujarnya usai rapat.
DPRD pun menyambut langkah Pemkot Tarakan melalui BKPSDM yang membuka peluang untuk merekrut kembali para karyawan yang masih ingin bekerja. “BKPSDM siap menampung, nanti akan dijadwalkan pertemuan lanjutan untuk teknisnya,” katanya.
Sementara itu, bagi karyawan yang memilih tidak kembali bekerja, DPRD meminta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan untuk memfasilitasi penyelesaian hak-hak pekerja bersama pihak perusahaan. “Disnaker akan memanggil kedua pihak agar hak pekerja dipenuhi sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
DPRD juga mendesak agar mediasi segera dilakukan agar polemik tidak berlarut. Selain itu, dewan berencana melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan guna mengklarifikasi sejumlah laporan, termasuk terkait pekerja lanjut usia.
Adyansa menegaskan DPRD akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika perusahaan tidak kooperatif, DPRD membuka kemungkinan merekomendasikan kepada Pemkot Tarakan untuk mengalihkan kerja sama ke pihak ketiga lainnya.
“Kalau tidak diindahkan, tentu ada langkah tegas yang bisa diambil,” tegasnya.
Baca juga: DPRD Buka Suara soal Pemindahan Pusat Pemerintahan Tarakan
Baca juga: DPRD Tarakan RDP Terkait Keberadaan Ojek Pangkalan di Bandara Juwata
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
