
DPKKP Distribusikan 4 RMU

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Dinas Pertanian, Kehutanandan Ketahanan Pangan (DPKKP) Provinsi Kalimantan Utara siapkan empat unit mesinpenggiling beras (rice milling unit) berkecepatan 1,250 kilogram/jam untukdidistribusikan ke Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung dan KabupatenBulungan. Penyaluran RMU untuk ketiga kabupaten diatas akan segera diberikansetelah perakitan selesai dilakukan.
Untuk teknisi telah kami datangkan, dan targetperakitan harus selesai dilakukan pada akhir bulan ini, tutur AsistenBidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus PltKepala DPKKP Provinsi Kaltara, Syaiful Herman, Selasa (11/10).
Penyaluran bantuan RMU ini diungkapkan oleh Syaifulguna memenuhi kebutuhan para petani yang telah mengajukan permohonan bantuanmesin penggiling beras, dan tahun ini sengaja diberikan kepada tiga kabupatendiatas karena untuk Kabupaten Nunukan telah lebih dulu mendapatkan RMU padatahun lalu.
Diterangkan oleh Syaiful, untuk spesifikasi mesinpenggiling beras yang akan diberikan ialah mesin tiga silinder dengan tenagamotor penggerak 25 Hp serta sistem penggeraknya menggunakan starter, jadi tidaklagi menggunakan engkol, dan dana APBD yang digunakan ialah sebesar 364 jutarupiah.
Syaiful menerangkan lebih lanjut, bahwa program iniawalnya merupakan kegiatan yang dianggarkan dengan dana APBN, namun setelahdiinformasikan terdapat pemotongan anggaran terkait Dana alokasi khusus bagi pemerintah daerah,sehingga pendanaan terhenti pada penyediaan rumah untuk fasilitas RMU saja,sehingga program tersebut dilanjutkan dengan menggunakan APBD DPKKP Provinsi Kaltara.
Kami berusaha sebaik mungkin untuk dapat memenuhikebutuhan petani, jika ditunjang dengan sarana yang memadai, tentu hal inidapat kita jadikan sebagai aksi nyata dalam percepatan perwujudan rice estateyang menjadi program unggulan pak Gubernur untuk Kaltara, jelasSyaiful.
Pewarta :
Editor:
Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
