
STQ di Tarakan Rencananya Dibuka Presiden

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ)ke-24 Tahun 2017 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Julinanti, disebutkan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (DitjenBimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof. H Muhammadiyah Amin, sesuairencana akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Cukup banyakdaerah yang ingin menjadi tuan rumah STQ Nasional, dan kami me mverifikasi yangserius mencalonkan diri. Termasuk Kaltara yang tak kalah hebat dari daerahlain, kata Amin.
Nilai lebih Kaltara,sehingga dimufakati untuk menggelar STQ Nasional yang digadang-gadang menjadiyang terakhir ini, di antaranya keberanian dan kesungguhan provinsi termuda diIndonesia ini untuk bersaing dengan daerah lain yang lebih mapan untukmenggarap perhelatan nasional. Apalagi, Kaltara juga beberapa kali suksesmenggelar event berskala nasional, seperti Jambore Inovasi Pelayanan Publikse-Kalimantan pada Oktober 2016, dan teranyar yakni Latihan Integrasi TarunaWreda Nusantara (Latsitardanus) ke-37/2017, April 2017. Meski masih muda,Kaltara berani bersaing dengan daerah lain yang sudah mapan. Ini patut mendapatapresiasi, ujar Amin.
Amin meyakini STQ kali iniakan bermanfaat banyak bagi Kaltara. Di antaranya, promosi juga mendukungkedalaman syiar agama Islam di Kaltara. Menilikpengalaman STQ sebelumnya, mudah-mudahan dari STQ Nasional kali ini akan lahirqori-qoriah atau hafidz-hafidzah nasional yang mampu berbicara lebih pada levelinternasional, ucap Amin.
Sementara itu, daripenyelenggaraan STQ Nasional sendiri, panitia terus melakukan pemantapan.Teranyar, kemarin (24/5) rapat koordinasi untuk kesekian kalinya digelar dengandipimpin oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun. Turut hadir,Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio dan Asisten III BidangAdministrasi Umum juga ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)Kaltara Zainuddin HZ. Rapat ini bertujuan untuk penguatan kelembagaan panitia,mulai dari pemantapan organisasi, pembagian tugas panitia dan penjadwalankegiatan pasca peluncuran STQ Nasional oleh Gubernur Kaltara Dr H IriantoLambrie, kata Sekprov Kaltara H Badrun di sela rapat yang berlangsung di HotelTarakan Plaza itu.
Rapat tersebut juga untukmengevaluasi serta membahas penganggaran setiap bidang dalam kepanitiaan.
Tak terlepas dari itu, HBadrun juga mengingatkan kepada panitia nasional maupun daerah STQ Nasionalke-24/2017 untuk mengatasi tiap kendala yang ada, dengan belajar daripengalaman sebelumnya. Fungsi komunikasi dan koordinasi harus diintensifkan,baik antara panitia nasional-daerah, peserta dan pihak terkait lainnya. Fungsikomunikasi dan koordinasi itu, sedianya tak hanya dilakukan secara formal tapiinformasi dan personal, jelas H Badrun.
Hal penting lainnya, adalahpersiapan fisik dan non fisik. Dimana, diharapkan panitia dari provinsi maupuntuan rumah untuk mengupayakan realisasinya dengan matang. Panitia sangatdianjurkan satu kata, persiapan fisik maupun non fisik harus under control dan diselesaikan bersamadari hari ke hari hingga mantap, ungkap H Badrun.
Soal anggaran, STQ Nasionalke-24 akan mendapat sokongan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) melalui Ditjen Bimas Islam Kemenag, serta ditopang dengan AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan.Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyalurkan danahibah senilai Rp 7 miliar untuk perhelatan STQ tersebut.
H Badrun pun menegaskan soalpentingnya pemanfaatan potensi lokal dalam pentas dua tahunan ini. Disini, Aminmeminta peranan LPTQ Kaltara dan LPTQ daerah lainnya untuk tidak hanya mengejarprestasi sehingga mengabaikan potensi lokal qori-qoriah maupun hafidz-hafidzah.Tak perlu ada peserta yang khusus didatangkan dari luar daerah, karenamengejar juara. Untuk mengatasi hal itu, pendaftaran peserta STQ dilakukanlewat e-MTQ sehingga praktik pendaftaran yang buruk dapat diminimalisir, tutupH Badrun.
Pewarta :
Editor:
Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
