MSC : Perikanan butuh jeda untuk dan pulihkan populasi
Minggu, 18 September 2022 19:58 WIB
Label MSC biru pada produk makanan laut adalah bukti bahwa produk berasal melalui perikanan tangkapan alam yang telah disertifikasi secara independen terhadap standar berbasis sains MSC dalam penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan dapat ditelusuri melalui sumber yang berkelanjutan. (FOTO ANTARA/HO-MSC Indonesia)
Tarakan (ANTARA) - Organisasi internasional nirlaba Marine Stewardship Council (MSC) menyatakan bahwa membutuhkan jeda dalam aktivitasnya untuk melindungi dan memulihkan populasi ikan.
"Beberapa perikanan perlu mengambil istirahat yang memang layak, tetapi bukan karena mereka membutuhkan liburan, tetapi untuk melindungi satwa liar atau memungkinkan populasi ikan pulih dari penangkapan ikan yang berlebihan," kata Direktur Program MSC Indonesia, Hirmen Sofyanto dalam taklimat media yang diterima ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Minggu.
MSC adalah organisasi nirlaba internasional yang menetapkan standar berbasis sains dan diakui secara global terhadap penangkapan ikan serta keterlacakan makanan laut yang berkelanjutan.
Ia mengatakan jeda tersebut lebih baik untuk beberapa populasi ikan jika mereka tidak ditangkap sepanjang tahun.
"Sehingga mereka mendapat kesempatan untuk berkembang biak, bertumbuh dan bertambah kembali," katanya.
Ia memberi contoh dalam perikanan tuna tropis MSC AGAC, "purse seine" harus berhenti menangkap ikan setidaknya selama 72 hari di area yang ditentukan secara khusus.
Hal tersebut sesuai dengan langkah-langkah konservasi yang ditetapkan oleh badan pengelola yang bertanggung jawab atas stok tersebut, yakni Inter-American Tropical Tuna Commission.
"Ketika ukuran armada penangkapan ikan meningkat, langkah-langkah ini diperkenalkan untuk mempertahankan populasi tuna yang berkelanjutan dan untuk memastikan ada banyak ikan di laut untuk generasi mendatang," demikian Hirmen Sofyanto.
Baca juga: MSC: Riset temukan lampu LED kurangi tangkapan ikan tak diinginkan
Baca juga: KKP-MSC paparkan perikanan skala kecil Indonesia di konferensi Lisbon
Baca juga: MSC: Sertifikasi kakap-kerapu laut sudah bagus perkembangannya
Baca juga: Direktur MSC apresiasi tekad Indonesia dukung perikanan berkelanjutan
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
"Beberapa perikanan perlu mengambil istirahat yang memang layak, tetapi bukan karena mereka membutuhkan liburan, tetapi untuk melindungi satwa liar atau memungkinkan populasi ikan pulih dari penangkapan ikan yang berlebihan," kata Direktur Program MSC Indonesia, Hirmen Sofyanto dalam taklimat media yang diterima ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Minggu.
MSC adalah organisasi nirlaba internasional yang menetapkan standar berbasis sains dan diakui secara global terhadap penangkapan ikan serta keterlacakan makanan laut yang berkelanjutan.
Ia mengatakan jeda tersebut lebih baik untuk beberapa populasi ikan jika mereka tidak ditangkap sepanjang tahun.
"Sehingga mereka mendapat kesempatan untuk berkembang biak, bertumbuh dan bertambah kembali," katanya.
Ia memberi contoh dalam perikanan tuna tropis MSC AGAC, "purse seine" harus berhenti menangkap ikan setidaknya selama 72 hari di area yang ditentukan secara khusus.
Hal tersebut sesuai dengan langkah-langkah konservasi yang ditetapkan oleh badan pengelola yang bertanggung jawab atas stok tersebut, yakni Inter-American Tropical Tuna Commission.
"Ketika ukuran armada penangkapan ikan meningkat, langkah-langkah ini diperkenalkan untuk mempertahankan populasi tuna yang berkelanjutan dan untuk memastikan ada banyak ikan di laut untuk generasi mendatang," demikian Hirmen Sofyanto.
Baca juga: MSC: Riset temukan lampu LED kurangi tangkapan ikan tak diinginkan
Baca juga: KKP-MSC paparkan perikanan skala kecil Indonesia di konferensi Lisbon
Baca juga: MSC: Sertifikasi kakap-kerapu laut sudah bagus perkembangannya
Baca juga: Direktur MSC apresiasi tekad Indonesia dukung perikanan berkelanjutan
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pansus 3 bahas Rancangan Peraturan Daerah Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
06 December 2022 1:34 WIB, 2022
Pansus III DPRD bahas Ranperda Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan
05 December 2022 20:48 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & Teknologi
Lihat Juga
Telkomsel di Kalimantan Sukses Kawal Lonjakan Trafik 15,16% Selama Libur Natal dan Tahun Baru
14 January 2026 19:31 WIB
Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025
08 January 2026 16:07 WIB
Kesadaran Finansial Meningkat, Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian
07 January 2026 18:27 WIB