Sebatik direncanakan jadi wilayah penyangga padi
Jumat, 10 Februari 2023 16:56 WIB
Sebatik direncanakan sebagai wilayah penyangga oadi (dkisp)
Nunukan (ANTARA) - Rencana pemerintah Kalimantan Utara (Kaltara) terhadap pengembangan daerah sebagai wilayah swasembada pangan terus diintensifkan, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Belum lama ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono melakukan kunjungan ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Peninjauan itu mulai dari Sungai Panjang sampai Binalawan.
Itu dilakukan bertujuan agar Sebatik bisa dijadikan sebagai wilayah sentra pengembangan padi. Sehingga, wilayah ini bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Kabupaten Nunukan.
"Dari kunjungan tersebut, pertama, kita ingin di Pulau Sebatik sebagai sentra pengembangan padi. Sehingga Sebatik bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Nunukan," ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Selain itu, dari hasil kunjungan itu ada beberapa yang menjadi perhatian. Di antaranya, wilayah Sebatik masih kesulitan air. Sehingga harus diusahakan pengairan terutama melalui sumur alam. Kemudian, yang kedua untuk peralatan mesin pertanian, dan kebutuhan tenaga kerja masih sangat kurang.
"Memang ke depan Sebatik harus dicukupi untuk kebutuhan mesin pertanian, mulai dari traktor dan lainnya. Harapan kita ke depan selain sebagai sentra padi, di sana bisa melaksanakan pengembangan pangan lainnya seperti jagung," pintanya.
Sejauh ini, untuk penjualan tidak menemukan persoalan. Di samping itu, dari sisi peternakan tengah dikembangkan jenis ayam potong dan ayam bertelur. Selanjutnya, untuk menjangkau peluang dari negara tetangga Malaysia, pihaknya bakal membuatkan satu sentra buah, seperti Semangka dan Melon. Sementara untuk mekanisme penjualan bisa langsung ke Malaysia.
"Harapan kami memang kerjasama antar petani, kolaborasi dengan kelompok tani, gapoktan, pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi bisa saling bersinergi. Termasuk keterlibatan dari pihak swasta, sehingga rencana pemerintah di Kaltara bisa dijadikan provinsi swasembada beras bisa terwujud," kilas dia.
Lantaran, ini ada keterkaitan dengan Kaltara yang merupakan provinsi penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Dengan memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.(dkisp)
Baca juga: Kaltara raih empat penghargaan di Hari BUMDes
Baca juga: Pengembangan Geopark Gunung Batu Benau dapat perhatian serius Pemprov Kaltara
Baca juga: Asa baru di Tahun Kelinci, Gubernur tutup rangkaian Festival Imlek
Belum lama ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono melakukan kunjungan ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Peninjauan itu mulai dari Sungai Panjang sampai Binalawan.
Itu dilakukan bertujuan agar Sebatik bisa dijadikan sebagai wilayah sentra pengembangan padi. Sehingga, wilayah ini bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Kabupaten Nunukan.
"Dari kunjungan tersebut, pertama, kita ingin di Pulau Sebatik sebagai sentra pengembangan padi. Sehingga Sebatik bisa menjadi penyangga kebutuhan beras dari Nunukan," ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Selain itu, dari hasil kunjungan itu ada beberapa yang menjadi perhatian. Di antaranya, wilayah Sebatik masih kesulitan air. Sehingga harus diusahakan pengairan terutama melalui sumur alam. Kemudian, yang kedua untuk peralatan mesin pertanian, dan kebutuhan tenaga kerja masih sangat kurang.
"Memang ke depan Sebatik harus dicukupi untuk kebutuhan mesin pertanian, mulai dari traktor dan lainnya. Harapan kita ke depan selain sebagai sentra padi, di sana bisa melaksanakan pengembangan pangan lainnya seperti jagung," pintanya.
Sejauh ini, untuk penjualan tidak menemukan persoalan. Di samping itu, dari sisi peternakan tengah dikembangkan jenis ayam potong dan ayam bertelur. Selanjutnya, untuk menjangkau peluang dari negara tetangga Malaysia, pihaknya bakal membuatkan satu sentra buah, seperti Semangka dan Melon. Sementara untuk mekanisme penjualan bisa langsung ke Malaysia.
"Harapan kami memang kerjasama antar petani, kolaborasi dengan kelompok tani, gapoktan, pemerintah kecamatan, kabupaten dan provinsi bisa saling bersinergi. Termasuk keterlibatan dari pihak swasta, sehingga rencana pemerintah di Kaltara bisa dijadikan provinsi swasembada beras bisa terwujud," kilas dia.
Lantaran, ini ada keterkaitan dengan Kaltara yang merupakan provinsi penyangga pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Dengan memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.(dkisp)
Baca juga: Kaltara raih empat penghargaan di Hari BUMDes
Baca juga: Pengembangan Geopark Gunung Batu Benau dapat perhatian serius Pemprov Kaltara
Baca juga: Asa baru di Tahun Kelinci, Gubernur tutup rangkaian Festival Imlek
Pewarta : DKISP
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Malinau bangga produksi padi kelompok Rurum Kei tembus 9,4 ton
15 January 2025 5:39 WIB, 2025
Rapat Pemantapan Ketahanan Pangan dan Pembukaan Pembekalan Pendamping Sekolah Lapang Padi
07 September 2024 0:09 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & Teknologi
Lihat Juga
Telkomsel di Kalimantan Sukses Kawal Lonjakan Trafik 15,16% Selama Libur Natal dan Tahun Baru
14 January 2026 19:31 WIB
Perkuat Transformasi Digital, Transaksi Digital Pegadaian Tumbuh Empat Kali Lipat Sepanjang 2025
08 January 2026 16:07 WIB
Kesadaran Finansial Meningkat, Gen Z Dominasi Pertumbuhan Nasabah Tabungan Emas Pegadaian
07 January 2026 18:27 WIB