Nunukan (ANTARA) - Semangat membangun pendidikan dari beranda negeri tampak nyata dalam kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) H. Muh. Saleh ke Kabupaten Nunukan, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, Pulau Sebatik.
Kunjungan tersebut dipusatkan di MIS Asyadi’ah Sebatik dan dihadiri oleh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota Se Kaltara, Kabid Pendidikan Islam (Pendis), serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Kaltara. Turut hadir pula Direktur KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI bersama rombongan.
Kegiatan diawali dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus komitmen menumbuhkan harapan bagi generasi di wilayah perbatasan.
Suasana hangat terasa saat Direktur KSKK Madrasah menyapa langsung guru, tenaga kependidikan, dan para siswa, memberikan motivasi serta perhatian nyata bagi insan madrasah di Pulau Sebatik.
Dalam kunjungannya, Kakanwil tidak hanya meninjau kondisi madrasah, tetapi juga menyempatkan diri berdialog dengan para guru dan menyapa siswa di ruang kelas.
Ia mendengarkan secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di wilayah perbatasan.
“Madrasah di perbatasan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi benteng moral dan identitas bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Menurutnya, semangat dan komitmen para pendidik di perbatasan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas pendidikan.
Kakanwil turut mendorong agar para tenaga pendidik terus berinovasi dalam pembelajaran, sehingga madrasah tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian pemerintah terhadap madrasah di daerah terluar, baik dari sisi peningkatan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, maupun dukungan program pendidikan yang berkelanjutan.
Melalui langkah ini, diharapkan madrasah di wilayah perbatasan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai keimanan dan cinta tanah air.
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kaltara Buka Webinar "Jumat Berilmu"
Baca juga: Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski WFH