Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang menegaskan lebih mengutamakan diskusi atau dialog langsung bersama para buruh dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026.

“Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, kita menggelar diskusi publik bersama kawan-kawan dan saudara-saudara kita buruh di Kaltara,” ujarnya di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara, Jumat.

Dikatakan Zainal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama instansi terkait memilih berdiskusi langsung secara santai dengan duduk bersama para buruh di sebuah kafe untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi bersama terkait ketenagakerjaan di Kaltara.

“Daripada di jalan, lebih enak kita santai berdialog dan berdiskusi apa yang menjadi tuntutan saudara-saudara kita buruh. Dengan itu, kita akan memfasilitasi dan kita akan mengawal apa tuntutan atau aspirasi yang disampaikan,” katanya.

Tokoh masyarakat, Datu Buyung Perkasa, yang diminta para buruh untuk mewakili menyampaikan pembuka diskusi mengatakan dengan hadirnya Gubernur Kaltara bersama Wakil Gubernur Kaltara serta Forkopimda menunjukkan bahwa pemerintah berdiri bersama para buruh dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan.

“Bapak Gubernur hari ini hadir di tengah kita adalah menjadi simbol bahwa pemerintah tidak mengambil posisi bertentangan dengan buruh. Sebaliknya pemerintah ingin berdiri bersama para pekerja dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan,” katanya.

Dengan adanya diskusi publik yang dihadiri pemangku kepentingan ini, kata Datu Buyung, pemerintah ingin menegaskan satu hal bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, akan tetapi melainkan berdiri bersama-sama.

“Kami akan mengingatkan kembali (aspirasi dan tuntutan) kepada Bapak Gubernur. Mungkin Bapak lupa jadi wajar kami ingatkan yang mana pada hari ini kami ingin berorasi dalam diskusi agar lebih tertata, substantif, dan lebih rapi ke depannya,” katanya.

Dalam diskusi publik ini, masing-masing perwakilan serikat pekerja, buruh serta perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung bergantian. Setelah itu, gubernur dan wakil gubernur bersama Forkopimda dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menanggapi dengan dilanjutkan berdialog serta berdiskusi untuk mencari solusi bersama.
Baca juga: Prabowo Lempar Baju ke Buruh Saat May Day di Monas
Baca juga: Wali Kota Tarakan Menanam Pohon Dalam Rangka May Day