Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan, Syarwani memberi apresiasi pengusaha-pengusaha yang ada di Kabupaten Bulungan, baik itu di bidang angkutan, perhotelan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah memberikan potongan harga kepada penyandang disabilitas.

“Beberapa waktu lalu ada komitmen dan kesepakatan dari pengelola speedboat untuk memberikan keringanan harga tiket dari Tanjung Selor menuju Tarakan bagi penyandang disabilitas,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani, Minggu.

Adanya potongan harga itu, kata Syarwani, merupakan bentuk kehadiran dan kontribusi besar dari pemilik armada dan para agen speedboat yang ada di Kabupaten Bulungan bagi saudara-saudara penyandang disabilitas.

Bupati Bulungan menegaskan, pemberian potongan harga itu bukan ditetapkan oleh pemerintah, tapi atas kesepakatan para pengusaha dan agen tiket speedboat. Termasuk, kata Syarwani, warung-warung yang ada di pelabuhan juga memberi diskon kepada para penyandang disabilitas.

“Ketika belanja di delapan warung di Kayan II ini itu ada pemotongan harga, dan itu bukan ditetapkan oleh pemerintah, tetapi berdasarkan kesepakatan para pemilik semua,” ungkapnya.

Tak hanya di Pelabuhan Kayan, di Pelabuhan Speedboat Tanjung Selor menuju Peso pun kata bupati ada keringanan biaya tiket juga dari pemilik speedboat.

“Para pemilik speedboat kecil yang bermesin 40 PK sudah memberikan keringanan bagi para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh para pengusaha angkutan dan agen speedboat serta para pedagang tersebut, kata Bupati Syarwani, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, yaitu Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas (BIRD) yang memberikan layanan publik, ekonomi dan pendidikan yang setara.

“Kabupaten Bulungan adalah kabupaten satu-satunya dan pertama yang meluncurkan Gerakan Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas. Ini bukti komitmen bahwa pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan daerah hadir bagi warga masyarakat kita penyandang disabilitas,” katanya.

Program BIRD ini, jelasnya, Pemkab Bulungan mengintegrasikan kartunya dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) setiap penyandang disabilitas. Sehingga layanannya tepat sasaran dan tidak bisa disalahgunakan yang tidak punya hak.

“UMKM di sepanjang Tepian Sungai Kayan juga merupakan salah satu kontributor yang memberikan bantuan bagi penyandang disabilitas, karena tempat mereka juga kita tempeli dengan kartu BIRD itu. Sehingga teman-teman disabilitas juga mendapatkan diskon ketika berbelanja dan termasuk di beberapa hotel juga,” ungkapnya.
Baca juga: Jemaat Dari Puluhan Gereja Kabupaten Bulungan Ikut Pawai Obor Paskah
Baca juga: 30 Produk UMKM Bulungan Dipasarkan di Mall Sarinah