Tanjung Selor (ANTARA) - Sebanyak 30 warga Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berusia lanjut (lansia) mengikuti kegiatan Sekolah Lansia ‘Berlian’ sekali sebulan.

“Ada 30 orang pesertanya, 27 perempuan dan tiga laki-laki. Untuk kegiatannya dilaksanakan sebulan sekali,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan, Andriana, di Tanjung Selor, Rabu.

Sekolah Lansia ‘Berlian’ yang baru diluncurkan Selasa (5/5) ini, kata Andriana, menjadi salah satu upaya mewujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri dan bermartabat.

“Sekolah Lansia merupakan pendidikan non formal yang dilakukan sepanjang hayat (long life education) bagi lansia sebagai upaya pemberian informasi, pelatihan tentang kesehatan, keagamaan, sosial budaya sehingga lansia dapat hidup bahagia sejahtera,” ungkapnya.

Adapun sasaran Sekolah Lansia ini, lanjut Andriana, yaitu lansia dengan minimal 60 tahun dan termasuk lansia mandiri dengan ketergantungan sedang.

“Hasil yang diharapkan dari Sekolah Lansia ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia untuk mengembangkan pribadi yang lebih baik, berguna bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara,” katanya.

Wakil Bupati Bulungan, Kilat mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai aset sosial dan sumber kebijaksanaan yang berharga bagi pembangunan daerah. Karena itu, ia sangat mendukung penuh adanya Sekolah Lansia ‘Berlian’ di Kabupaten Bulungan.

“Ini bukan hanya program, tetapi juga gerakan moral untuk anak dan cucu kita,” ujarnya.

Pemkab Bulungan, tegasnya, komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk para lansia.

“Lansia bukan beban, tetapi sumber kebijaksanaan bagi generasi penerus,” tegas Kilat.
Baca juga: Pernikahan Dini Cukup Tinggi, Bupati Bulungan Ingatkan Dampaknya
Baca juga: Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bulungan Dapat Potongan Harga