
Irianto: Target Mendagri Sangat Realistis

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Target Mendagri Tjahjo Kumolo membangun kawasan perbatasan dalam jangka tiga tahun bisa berubah maju ketimbang sekarang, bahkan jauh lebih baik dari Malaysia dinilai realistis bukan sekedar janji-janji bagi warga Kalimantan Utara.
"Target tersebut sangat realistis karena selama saya menjadi Pj Gubernur Kalimantan Utara selama dua tahun (dua masa bhakti), bersama Kementerian Dalam Negeri banyak kemajuan yang kita raih," kata mantan Pj Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie saat dihubungi via telepon, Rabu.
Mantan Pj Gubernur Kaltara selama dua periode (2013 dan 2014) itu sangat optimistis dengan target tersebut karena menilai pemerintahan sekarang memiliki komitmen tinggi dalam membangun kawasan perbatasan.
"Bukan sekedar lips service seperti pemerintahan yang lalu-lalu tapi pemerintahan sekarang memiliki komitmen dalam membangun kawasan perbatasan," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa dalam tahap awal mengenban tugasnya, maka tantangan utama adalah mengejar ketertinggalan Kalimantan Utara sebagai provinsi termuda atau ke-34.
Berkat kerja keras, serta dukungan semua pihak termasuk pusat akhirnya Pemprov Kaltara dipimpin oleh Pj Gubernur Irianto Lambrie berhasil "merogoh" saku pusat atau melalui APBN 2015 di Departemen Perhubungan Kaltara dialokasikan Rp270,967 miliar.
Artinya, dengan dana sebesar itu, maka Kaltara secara bertahap terus membenahi infrastrukturnya.
Dana itu untuk pembangunan dan pengembangan sektor Perhubungan Laut sebesar Rp 39,672 miliar dan perhubungan udara sebesar Rp 231,295 miliar.
"Selain Mendagri, maka warga Kaltara yang memiliki kawasan berbatasan langsung baik darat maupun laut harus berterima kasih kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan respon positif terhadap berbagai usulan pengembangan infrastruktur," ujarnya.
"Sudah tentu mencapai target tersebut harus mendapat dukungan semua pihak, misalnya ketika saya menjadi PJ. Gubernur Kaltara sudah melakukan pembicaraan dengan Panglima TNI agar prajurit dilibat aktif membangun perbatasan jadi bukan sekedar menjalankan tugas pengawalan wilayah perbatasan," ujarnya.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Tarakan, kemarin mengakui saat ini kondisi perbatasan masih memprihatinkan. Itu sebabnya Presiden Joko Widodo memerintahkan agar kondisi di perbatasan diperbaiki segera.
Secara teknis ia menjelaskan bahwa, tahun ini terdapat 50 kecamatan di perbatasan yang menjadi lokasi pembangunan infrastruktur. Tahun berikutnya 50 kecamatan lagi yang dikerjakan dan dalam 5 tahun mendatang diharapkan sudah 187 kecamatan secara berangsurangsur membaik kondisinya.
Tjahjo yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan( BNPP) menjelaskan bahwa sektor pembenahan dan pembangunan infrastruktur jadi hal utama terkait pembangunan perbatasan.
BNPP menganggarkan kurang lebih Rp13,9 triliun, sedangkan tahun depan diharapkan lebih Rp16 triliun yang murni pusat di luar APBD setempat.
Saat ini, selama puluhan tahun kondisi wilayah perbatasan memprihatinkan, jika membandingkan wilayah RI dengan Malaysia ibarat langit dan sumur karena kelemahan berbagai infrastruktur.
Pewarta :
Editor:
Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
