Logo Header Antaranews Kaltara

RUKD Rampung Akhir Agustus

Rabu, 27 Juli 2016 15:06 WIB
Image Print
Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie (dok humas)

Tanjung Selor(AntaraNews Kaltara) -Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie memastikan Rencana Umum KelistrikanDaerah (RUKD) selesai akhir Agustus. Tim yang dibentuk diketuaiSekprov Kaltara Drs H Badrun dengan melibatkan para pakar dan pelaku usaha kelistrikan seperti mantanDirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, Direktur Bisnis dan Regional PT PLN(Persero) serta dari akademisi seperti Dr Edi Leksono yang merupakan tenagapengajar di ITB.

Tanpa perencanaanjangka menengah dan panjang yang matang akan dipastikan terus mengalami defisitlistrik dimana terjadi ketidakseimbangan suplai dengan kebutuhan listrikmasyarakat dan industri yang semakin meningkat pesat kedepannya, ujarnya beberapa waktu lalu.

Gubernur mengatakanberdasarkan data terbaru yang dihimpun Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Kaltara, diketahui dari empat kabupaten dan satu kota, rasio elektrifikasihanya menyentuh angka 61,06 persen. Total pembangkit yang ada di lima daerahitu hanya mampu menghasilkan 62,29 MW. Sedang beban puncak mencapai 68,52 MW.

"RUKD akan digunakan untuk mengantisipasi kelanjutan kebutuhanpasokan listrik di Kaltara. Karenanya kita harus memetakan potensi dan rencanakebutuhan listrik di masa akan datang," jelas Irianto, beberapa waktu lalu.

Gubernur menjelaskan tim bertugas melakukan inventarisasi kebutuhan pasokan energilistrik di Kaltara, melakukan inventarisasi potensi ekspor energi listrik keprovinsi atau negara tetangga.

Selain itu tim juga melakukan inventarisasi sumber energi yang dapatdigunakan untuk membangkitkan energi listrik, membuat rencana pengembanganpembangkit listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi di Kaltara.Termasuk tim juga akan membuat rencana pembangunan listrik pedesaan sampairumah tangga sehingga mendapatkan layanan tenaga listrik publik yang baik.

Hasilnya, lanjutGubernur akan didiskusikan di tingkat nasional sebabpelaksanaannya merupakan perintah undang-undang. Diharapkan persoalan listrikdi Kaltara bisa dituntaskan dengan terencana, sistematis, bertahap danrealistis.

"Kaltara ke depan membutuhkan banyak energi listrik. Selainuntuk menumbuhkan investasi, beberapa program pembangunan pemerintah yang telah danakan segera berjalan sangat banyak memerlukan energi listrik. Sepertikeberadaan perkantoran pemerintahan yang telah selesai pembangunan fisiknya.Selain itu rencana pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor dan pembangunanKawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning,Bulungan,"ujarnya.

Gubernur mengatakanRUKD akan menjadi dokumen legal setelah ditetapkan. Ini akan menjadi produkhukum yang akan mengatur bagaimana ketenagalistrikan dirancang dan dikembangkansupaya Kaltara bisa menata sumber energi yang ada untuk memenuhi kebutuhanlistriknya.

Sementara itu, mantan Dirut PLN, NurPamudji mengatakan, jika RUKD selesai pada akhir Agustus, maka akandisinkronkan dengan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL). Pasalnya,pada tahun 2018, jaringan pembangunan transmisi akan masuk ke Tarakan melaluijalur bawah laut.

Setelah itu, di tahun berikutnya, PLN akanmembangun PLTMG di Tanjung Selor dan menambah pembangkit di Tidung Pale yangmendekati mulut tambang gas yang ada di Sembakung.

Kita menamakannya koridortransmisi yang akan dibangun oleh PLN. Sedangkan pemprov nanti berperan padaranah perizinan, singkatnya.



Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026