Komitmen Bangun Perbatasan dengan Membuka Keterisolasian

id Tinjauan, Jalan, Perbatasan, Gubernur

JALAN NASIONAL : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat melakukan tinjauan jalan nasional Malinau-Krayan, Minggu (14/10). (humasprovkaltara)

Malinau (Antaranews Kaltara) – Dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Malinau, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie berkesempatan meninjau proyek pembangunan jalan nasional dari Kabupaten Malinau ke Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Gubernur yang saat itu didampingi oleh Kepala Balai XII Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR, Refly Tangkere, menyebutkan total panjang jalan dari Malinau menuju Long Bawan sepanjang sekitar 196 kilometer. Sementara yang sudah dibuka dan layak dilewati sepanjang 110 kilometer. Sisanya, sementara dalam proses pengerjaan dan targetnya selesai tahun depan.

Tak sekedar membuka badan jalan baru, pembangunan jalan poros yang merupakan usulan dari Provinsi Kaltara ini, juga harus memangkas bukit hingga 40 meter ke bawah, untuk memudahkan akses. Dibutuhkan sekitar 11 jembatan supaya jalan itu layak dilewati. Lima di antaranya jembatan bentang panjang dan 6 jembatan bentang pendek.

Dua jembatan bentang panjang sudah terpasang di Jempolon dan Sungai Belalang sepanjang 100 meter. Sementara sisa jembatan bentang panjangnya akan segera dibangun pada tahun depan di Semamu, Melasu dan Krayan.

Irianto menargetkan, tahun depan, jalan tersebut sudah dapat dilewati secara fungsional. Dalam kesempatan itu, Gubernur tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono yang telah memfokuskan arah pembangunan ke wilayah perbatasan seperti Kaltara. “Alhamdulillah kita bisa melihat langsung pembangunan jalan dari Kabupaten Malinau ke Long Bawan. Komitmen ini terus dipegang oleh Presiden dan jajaran Kabinet Kerja, yang mana pembangunan di perbatasan sudah terlihat geliatnya,” jelas Gubernur.

Pembukaan jalan ini, lanjut Irianto, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun wilayah perbatasan. Yaitu dengan membangun konektifitas, sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah. Sehingga harapannya, mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Seperti diketahui, usai melakukan serangkaian kunjungan di sejumlah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nunukan, Gubernur yang didampingi wakil gubernur, Kapolda dan sejumlah kepala OPD melanjutkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Malinau, Minggu (14/10). Mengawali kegiatannya, Gubernur meninjau gedung praktik siswa di SMK Pertanian Pembangunan Malinau. “SMK ini mendapatian alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 800 juta untuk membangun Ruang Praktek Siswa. Tidak hanya itu, juga ada gedung Ruang Kegiatan Belajar dengan alokasi Rp 900 juta, dengan pelaksanaan swakelola. Target pembangunannya Oktober 2018. Di SMK muatan prakteknya harus 60 persen. Sehingga pada saat lulus, siswa SMK sudah memiliki daya saing,” ujar Irianto di sela kunjungannya.

Dengan begitu, SMK disiapkan untuk bisa kerja mandiri khususnya menciptakan lapangan kerja sendiri. Hampir di semua provinsi ada SMK Pertanian. Kendati demikian, persoalan yang terjadi adalah masih kurangnya tenaga guru produktif SMK. Menurutnya, ini harus diupayakan dengan mencari solusi yang tepat. Karena itu, instansi terkait harus duduk bersama untuk mencarikan solusi yang tepat. “Mengatasi tenaga guru tadi, harus dicarikan solusi yang tepat. Keberhasilan itu ditentukan dari kreativitas kita. Cari tenaga pengajar dari luar sehingga nanti lulusan SMK di sini nanti punya pengetahuan yang banyak,” beber Irianto.

Tidak itu saja, Gubernur juga meresmikan pembangunan rehabilitasi perpustakaan dan ruang kelas SMA Negeri 8 Malinau. “Saya memberikan apresiasi karena acara penyambutan kepada rombongan sudah ditampilkan secara apik. Itu karena Malinau merupakan salah satu daerah yang paling tertib dalam melaksanakan penyambutan tamu/ Pemerintahnya harus bisa menjadi contoh pembelajaran bagi daerah lain,” uria Gubernur.

Berkaitan dengan adanya gagasan untuk mewujudkan SMA Unggulan di Malinau, Irianto pun mendukung penuh gagasan itu. Namun dalam praktekknya harus dipikirkan secara matang. “Mulai dari aspek perencanaan hingga efeknya bagi masyarakat dapat terasa,” kata Irianto.

Di SMA Negeri 8 Malinau juga dibangun Ruang Kelas Baru (RKB) senilai Rp 721.965.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). November nanti ditarget rampung. Selain itu, Irianto juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR- Perkim) Kaltara untuk memperbaiki halaman sekolah. Di samping itu, ia juga mengajak para kepala sekolah di Kaltara untuk melakukan sejumlah terobosan dalam meningkatkan sarana prasarana di bidang pendidikan. “Misalnya, untuk membangun sarana pendidikan lainnya, dapat diusulkan kepada perusahaan yang beroperasi di Kaltara. Sebab, mereka punya program CSR, yang itu diamanahkan oleh undang-undang,” jelas Gubernur.

Di sela-sela perjalanan, rombongan juga menyempatkan untuk rehat sejenak dan mengagendakan penyerahan 10 ekor sapi kepada kelompok di Desa Luso Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau.

Setelah itu, Gubernur menyerahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di rumah Suratno, warga Malinau Seberang. Sebanyak 56 KK di Malinau mendapatkan bantuan rehab rumah melalui APBD Kaltara dengan besaran Rp 13 juta per kepala keluarga (KK), namun besaran yang diperoleh, ditentukan sesuai dengan kriteria rumah. Sedangkan APBN sebanyak 120 KK dengan besaran yang sama.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar