Pemprov Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba

id Peringatan,Hari,Pramuka ke-58,Malinau

HUT PRAMUKA  : Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara H Sanusi menjadi Irup HUT Pramuka ke-58 di Lapangan Pelangi Intimung, Kabupaten Malinau, Kamis (15/8). (humasprovkaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kalimantan Utara (Kaltara), H Sanusi mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menjadi inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Pramuka ke-58, di Lapangan Pelangi Intimung, Kabupaten Malianu, Kamis (15/8).

Dalam pidatonya, Sanusi mengungkapkan Pramuka turut memberikan kontribusi dalam pembentukan generasi muda Indonesia yang cinta tanah air yang berdarma bakti bagi kejayaan bangsa dan negara. “Saat ini Gerakan Pramuka harus merevitalisasi dirinya agar terus dapat membentuk manusia-manusia Pancasila yang tangguh, berakhlak dan inovatif,” kata Sanusi. Revitalisasi Gerakan Pramuka diperlukan karena tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. “Pramuka harus dididik tidak hanya bahasa morse, tetapi juga harus pengetahuan digital, seperti coding, dan advanced robotic. Bahasa dan pengetahuan Revolusi Industri 4.0 yang sudah mulai mengubah wajah peradaban manusia di dunia, kita harus mengetahuinya,” katanya.

Ia juga meminta agar anggota Pramuka dapat mengamalkan Dasa Darma Pramuka dengan baik. “Tanamkan salam kehidupan sehari-sehari nilai Dasa Darma yang selama ini dihapalkan. Saya berpesan agar kita semua bersinergi dalam memerangi narkoba, dan segala bentuk perusakan lingkungan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dia juga mengapresiasi program pencanangan Gerakan Kaltara Bersih, khususnya kepada Kabupaten Malinau. Pasalnya, Malinau sendiri telah berhasil menunjukkan keberhasilannya dalam mengelola lingkungannya. “Hal ini dapat dilihat dari program RT Bersih yang menjadi rangkaian kegiatan Bulan Bhakti. Semoga ke depan, kita semua dapat mempertahankan itu semua agar mendorong warga dengan gaya hidup bersih,” tuntasnya.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar