Kabar baiknya, pasar saham menguat sepekan

id Corona

Kabar baiknya, pasar saham menguat sepekan

Pasar saham menguat sepekan, OJK: Sinyal positif bagi Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pasar saham yang bergerak menguat beberapa kali dalam sepekan menjadi sinyal positif para investor kepada Indonesia di tengah dampak wabah COVID-19.

“Beberapa kali hijau dalam seminggu, alhamdulilah berbagai kebijakan yang kami lakukan ini mudah-mudahan dipandang positif investor,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam rapat kerja daring besama Menkeu, BI dan LPS dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

OJK, lanjut dia, melakukan sejumlah langkah ketika pasar saham memerah, di antaranya memperbolehkan pembelian kembali saham ataubuybacktanpa rapat umum pemegang saham (RUPS).

Kemudian, melakukanauto rejectionperdagangan ketika transaksi merosot hingga di bawah lima persen hingga mengeluarkan laranganshort selling.

Wimboh mengatakan pasar saham yang sebelumnya memerah karena adanya sentimen negatif sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI merosot hingga 26,1 persen.

Kondisi itu, kata dia, tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara.

Kemudian, lanjut dia, terjadinet saledi pasar saham yang mencapai Rp10,7 triliun dan investor asing menjual surat berharga negara (SBN) mencapai Rp129 triliun.

Sementara itu, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini, dibuka dan ditutup menguat yang didorong naiknya bursa saham Asia.

IHSG ditutup menguat 18,4 poin atau 4,07 persen ke posisi 4.811,83. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 34,31 poin atau 4,88 persen menjadi 736,73.

Baca juga:OJK bisa percepat merger bank bermasalah terdampak COVID-19
Baca juga:OJK persingkat jam perdagangan di Bursa Efek
Baca juga:OJK nilai penurunan IHSG karena pengaruh global

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto

Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar