Tanjung Selor (Antara
News Kaltara) – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr H Irianto Lambrie bertindak
sebagai Inspektur Upacara (Irup) memperingati Hari Pendidikan Nasional
(Hardiknas) dan Hari Buku Nasional 2017 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor,
Selasa (2/5) kemarin.
Irianto yang membacakan
amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
mengungkapkan, peringatan Hardiknas tahun ini bertema “Percepat
Pendidikan yang Merata dan Berkualitasâ€. Tema ini sangat relevan
dengan kondisi saat ini, dimana perubahan yang begitu cepat, dan
menuntut kualitas yang tinggi.
Melalui tema ini juga, kata
Mendikbud, pemerintah akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang
merata dan berkualitas kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali.
Sementara itu, ditemui usai
upacara, Irianto mengungkapkan, terdapat kesenjangan kondisi pendidikan
antara kawasan perbatasan dan perkotaan di Kaltara. Utamanya perihal sarana dan
prasarana.
Dikatakan, pemerintah, baik
pusat maupun provinsi sebenarnya telah berupaya mengentaskan persoalan
kesenjangan di dunia pendidikan. Hanya saja, Irianto menegaskan, menyelesaikan
masalah tersebut tidak bisa dilakukan secara instan dan tidak ada jalan pintas. “Harus
gradual, bertahap, terkonsep, dan penuh kesabaran. Apalagi itu terkait dengan
pendanaan,†ungkap Irianto.
Sejauh ini, lanjutnya, sudah
ada konsep yang direncanakan dan dijalankan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Salah satunya, rencana membuat sekolah berasrama di pedalaman dan perbatasan.
Dalam hal pemenuhan Sumber
Daya Manusia (SDM), utamanya guru, Irianto mengatakan, Kaltara mendapat
alokasi 40 guru garis depan dari 108 kuota se-Indonesia. “Kuota 40 itu
merupakan yang terbesar di Indonesia. Ini tidak bisa didapatkan tanpa ada
komunikasi dan networking yang kuat.
Utamanya dengan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud),†sebutnya.
Irianto mengatakan, kurangnya guru
menjadi tantangan tersendiri di dunia pendidikan Kaltara. Sementara yang menjadi kendala,
lanjutnya, daerah tak diharuskan lagi mengadakan guru sendiri. Di mana
sekarang pengadaannya di pusat.
Untuk menambah guru kontrak
atau honorer pun, menurut Irianto lagi, harus dipertimbangkan matang. “Saya minta kepala
sekolah jangan mudah mengangkat (guru kontrak), karena mengangkat
tanpa kewenangan itu jadi masalah, bisa menjadi beban daerah. Orang bisa saja
salahkan kepala daerah, padahal kepala daerah sendiri tidak tahu siapa yang
mengangkat (guru kontrak),†sebutnya.
Di sela-sela upacara kemarin,
Irianto juga menyerahkan secara simbolis gaji Guru Tidak Tetap
(GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Sekolah Menengah Atas dan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) Negeri se Kaltara, dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) Provinsi Kaltara, penyerahan hasil akreditasi A Pendidikan
Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD) dari Badan
Akreditasi Provinsi, Surat Keputusan Tunjangan Profesi Guru.
Irianto juga menyerahkan
secara simbolis Kartu Program Indonesia Pintar, menyerahkan hadiah kepada juara
1 cerdas cermat 4 pilar bangsa tingkat provinsi, serta menyaksikan
penandatanganan kerjasama untuk peningkatan kualitas pendidikan guru antara Persatuan
Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltara dengan Universitas Terbuka (UT).
Pecahkan Persoalan Pendidikan Tak Bisa Instan--Gubernur Irup Hardiknas dan Hari Buku Nasional 2017
Rabu, 3 Mei 2017 7:07 WIB
HARDIKNAS : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat bertindak sebagai Inspektur Upacara memperingati Hardiknas dan Hari Buku Nasional 2017 di Lapangan Agatis Tanjung Selor, Selasa (2/5). (dok humas)
Pewarta :
Editor : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Diksosbud
Lihat Juga
Kakanwil Kemenag Kaltara Bangun Semangat Kebersamaan Bersama Guru dan Siswa MTsN Malinau
20 January 2026 11:20 WIB