Tarakan (Antara News Kaltara) -
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berdasarkan evaluasi Direktorat Jenderal
Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dari 15
Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dibentuk pada periode 2012 hingga 2014 merupakan
DOB yang dinilai paling berhasil merealisasikan seluruh persyaratan sebagai
DOB. "Atas keberhasilan itu, pada tahun kelima (2018) nanti, sesuai
undang-undang yang berlaku di Indonesia, Kaltara akan sepenuhnya menjadi daerah
otonomi. Bukan DOB lagi sebutannya," kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto
Lambrie, Rabu (11/10).
Salah satu keberhasilan Provinsi
Kaltara, adalah kemampuan jajaran pemerintah, berikut pemimpin pemerintahannya
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam hal ini, rasio PAD dengan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dari 15 DOB yang ada di
Indonesia, hanya Kaltara yang menunjukkan nilai paling tinggi. Yaitu kurang
lebih 18 persen. Sementara daerah otonomi baru lainnya masih sangat rendah,
rata-rata masih di bawah 8 persen. Bahkan ada yang di bawah 1 persen. "Hal
ini sekitar seminggu lalu dibahas di Mataram, NTB (Nusa Tenggara Barat). Ini
juga berarti bahwa jajaran pemerintahan di Kaltara telah bekerja keras,"
ucap Gubernur.
Diinformasikan pula, secara administratif,
Kaltara memiliki 4 wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Bulungan, Malinau,
Nunukan dan Tana Tidung, serta 1 kota, yakni Kota Tarakan. Didalamnya, terbagi
50 kecamatan, 451 desa dan 28 kelurahan. "Saya mengapresiasi keberhasilan
ini, dan patut diingat bahwa Kaltara dimekarkan dari provinsi induknya, yakni
Provinsi Kaltim (Kalimantan Timur) karena berbagai faktor. Di antaranya, faktor
politis, sosial dan ekonomi, seperti kemiskinan, keterisolasian,
keterbelakangan dan lainnya," urai Irianto.
Kaltara yang diresmikan
pembentukannya oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi atas nama
Presiden saat itu, Soesilo Bambang Yudhoyono dengan dasar hukum UU Nomor 20
Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara itu, tercatat sebagai
provinsi ke-34 di Indonesia. Atau, provinsi paling bungsu di negara ini.
"Ketika pertama kali dibentuk, saya ditunjuk menjadi Pj (Penjabat)
Gubernur Kaltara hingga 2015. Kala itu, saya juga menjabat sebagai Sekprov
(Sekretaris Provinsi) Kaltim. Dan, memang faktor yang melatarbelakangi
pembentukan Kaltara itu, diupayakan terus disolusikan hingga saat ini,"
beber Gubernur.
Selama hampir 5 tahun berdiri,
Kaltara memiliki perkembangan penduduk yang cukup signifikan. Tercatat, hingga
saat ini jumlah penduduk Kaltara mencapai 721 ribu jiwa. Sektor perekonomian
juga mulai membaik, berikut pembangunan infrastruktur dan suprasturkturnya.
"Kaltara ini luasnya mencapai 1,5 kali luas Jawa Timur, dan sekitar 70
persennya kawasan hutan. Dari itu, kebijakan pembangunannya, tak terlepas dari
upaya pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya alam hutan yang berkelanjutan.
Termasuk dalam pengelolaan sumberdaya alam itu untuk pembangunan
ketenagalistrikan," papar Gubernur.
Tak lupa, Gubernur mengapresiasi
penilaian dari Ditjen Otda Kemendagri tersebut, karena daerahnya masuk dalam
kategori DOB dengan perekonomian baik. "Semua ini (kemajuan Kaltara)
merupakan hasil kerja keras semua pihak. Terutama dari seluruh elemen
masyarakat di Kaltara yang turut mendorong dan mendukung program pemerintah,
untuk meningkatkan investasi, dan menumbuhkan ekonomi," ujarnya.
Sebagai provinsi termuda dan berada
di wilayah perbatasan, Kaltara, katanya, terus berupaya maksimal untuk mengejar
ketertinggalan dari daerah lain di Tanah Air. Selain diperlukan kerja keras dan
ikhlas, dikatakan Gubernur, untuk bisa mengejar ketertinggalan juga diperlukan
inovasi-inovasi dan komunikasi yang instensif
dengan berbagai pihak, terutama para investor untuk menarik investasi ke
Bumi Benuanta-sebutan Kaltara.
Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan,
dalam evaluasi tersebut ada beberapa kriteria penilaian. Selain dari sisi perekonomian, Kemendagri
juga akan melakukan evaluasi dan penilaian dari sisi administratif lainnya,
seperti penegasan batas wilayah, aparatur pemerintahan dan lain-lainnya.
Kaltara, DOB Paling Berhasil
Kamis, 12 Oktober 2017 9:19 WIB
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (dok humas)
Pewarta :
Editor : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Ramadan, Bunda Rahmawati Dorong Sinergi dan Dukungan Nyata bagi Anak Yatim
03 March 2026 16:57 WIB
Terpopuler - Kaltara
Lihat Juga
Safari Ramadan, Bunda Rahmawati Dorong Sinergi dan Dukungan Nyata bagi Anak Yatim
03 March 2026 16:57 WIB