Logo Header Antaranews Kaltara

Rahmawati Dorong Kementerian Pariwisata Membuka "Sekolah Pikir"

Senin, 2 Maret 2026 21:50 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati. (ANTARA/HO-DKISP)

Tanjung Selor (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, menekankan pentingnya strategi promosi dan pemasaran kegiatan daerah, karena itu ia mendorong Kementerian Pariwisata membuka semacam “Sekolah Pikir”.

“Kita harus ubah cara pandang. Pariwisata ini bisa kita jual, bisa kita promosikan. Bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat juga bisa terlibat,” ujarnya dalam kegiatan Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah yang digelar Senin, (2/3/) di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Tujuan membuka “Sekolah Pikir”, kata Anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltara ini agar warga memiliki pola pikir bahwa sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan bisa dipromosikan bersama oleh masyarakat.

Contohnya peran media sosial sebagai alat promosi yang efektif. Konten-konten kreatif tentang kegiatan daerah dapat menarik perhatian publik luas, bahkan wisatawan mancanegara.

Sejumlah event di Kaltara, kata istri Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, seperti peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan yang kerap diisi lomba dayung dan di Tarakan lomba speedboat, mampu menarik ratusan nelayan untuk berpartisipasi dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Event seperti itu punya dampak besar ke pariwisata. Tinggal bagaimana kita kemas dan promosikan lebih maksimal,” tuturnya.

Selain itu, meski diakui akses laut dan kondisi perairan yang dipengaruhi banyaknya anak sungai menjadi tantangan, namun itu merupakan potensi besar daerah pesisir dan sungai di Kaltara. Dia menilai kekayaan ekosistem alam tetap menjadi daya tarik tersendiri.

Kaltara, lanjutnya, tak hanya dikenal dengan potensi alamnya yang luar biasa, namun budaya juga potensi besar pariwisata. Kaltara, sebutnya memiliki ragam tarian daerah seperti tarian Dayak, Tidung, hingga Bulungan sebagai aset yang bisa dikemas menjadi narasi wisata yang kuat.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali dalam menjual budaya lokal sebagai daya tarik utama. Salah satunya melalui pertunjukan Tari Kecak, yang rutin dipadati wisatawan mancanegara.

“Bayangkan, setiap ada pertunjukan, animonya luar biasa. Orang luar negeri datang khusus untuk menyaksikan tarian khas mereka. Kita juga bisa seperti itu,” katanya.

Oleh sebab itu, politisi Partai Gerindra ini berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat melahirkan strategi promosi yang lebih kreatif dan berkelanjutan, sehingga event-event lokal tak hanya ramai di tingkat daerah, tetapi juga dikenal secara nasional hingga internasional.
Baca juga: Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan, Rahmawati Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
Baca juga: Istri Gubernur Kaltara Angkat Azifah Sebagai Anak Asuh



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026