Jakarta
(Antara News Kaltara) - Meski diketahui, pemerintah sampai sekarang masih
menutup keran untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) melalui kebijakan
moratorium, berbagai upaya tetap terus dilakukan untuk bisa mewujudkan
terbentuknya 5 DOB di Kalimantan Utara (Kaltara).
Seperti
yang dilakukan oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. Gerilya untuk
menggalang dukungan mewujudkan harapan masyarakat atas terbentuknya DOB, terus
dilakukan.
Salah
satunya seperti saat bersilaturahmi di kediaman dinas Ketua DPD RI Oesman Sapta
Odang (OSO), Sabtu (14/10) lalu. "Dalam kesempatan yang baik ini, saya
meminta dukungan kepada Ketua DPD RI untuk menindaklanjuti penyampaian aspirasi
usulan DOB di Kaltara," kata Irianto.
Sebenarnya,
ungkap Gubernur, aspirasi ini telah disampaikan pada audiensi dengan Pimpinan
DPD RI pada 19 September 2017. Namun waktu itu, Ketua DPD sedang berhalangan
hadir dan tidak bisa ikut menemui. "Alhamdulillah, Pak Oesman memberikan
respons yang positif. Bahkan secara khusus mengundang Gubernur Kaltara pada
Acara DPD RI dgn Presiden pada hari Jumat (20/10) nanti di DPD RI. Yang salah
satunya, kemungkinan besar juga membicarakan masalah DOB," ungkapnya.
Seperti
disampaikan sebelumnya, Gubernur kembali menegaskan, selain tetap bersabar,
juga meminta kepada kepala daerah, dewan presidium dan para tokoh di Kaltara
yang kini sedang mengusulkan untuk menjadi DOB, agar senantiasa menjaga
kekompakan. Karena jika memungkinkan, pembentukan lima calon DOB di Kaltara
akan diperjuangkan agar nantinya dapat terbentuk secara bersamaan dalam satu
paket.
Sebelumnya,
dengan didampingi ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para
kepala daerah, dan ketua presidium, Gubernur telah memimpin audensi dengan
pimpinan DPD RI. Tujuan utama dalam audensi yang juga dihadiri oleh Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini, adalah menyampaikan usulan 5 calon DOB
dari Kaltara. Yaitu, calon Kota Sebatik, Tanjung Selor, Kabupaten Bumi Dayak
Perbatasan (Kabudaya), Apau Kayan dan Krayan.
Gubernur
menegaskan, usulan pemekaran wilayah atau pembentukan DOB di Kaltara bukan
tanpa alasan. Di mana, tujuan utamanya adalah untuk percepatan pembangunan,
serta memudahkan pelayanan kepada masyarakat. "Dan yang lebih utama lagi
adalah untuk menjaga kedaulatan negara, serta keamanan dan pertahanan. Karena
sebagian besar dari daerah yang kita usulkan ini berada di perbatasan,"
tegasnya.
Gubernur
juga berharap, dalam masa moratorium DOB oleh pemerintah, ada pengecualian
untuk pembentukan DOB di Kaltara. "Kami menginginkan ada pengecualian di
Kaltara. Salah satu alasannya adalah untuk kepentingan kedaulatan negara,
karena untuk percepatan pembangunan di perbatasan," ulas Irianto.
Ditambahkan,
selain dengan DPD RI, masih dalam kaitannya menyampaikan aspirasi masyarakat
untuk terbentuknya DOB di Kaltara, Gubernur akan kembali memimpin audensi
dengan DPR RI, melalui Komisi II. "Saya juga akan menyampaikan izin dan
meminta waktu untuk melakukan audensi seperti ini dengan bapak Mendagri
(Menteri Dalam Negeri)," ucapnya. Tak hanya itu, hal serupa atau audensi juga akan
dilakukan dengan Wakil Presiden (Wapres) H Jusuf Kalla selaku ketua Dewan
Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). "Yang pasti, ikhtiar (usaha) untuk
mewujudkan harapan masyarakat atas terbentuknya DOB di Kaltara, terus kita
lakukan. Saya harap masyarakat bersabar, dan sama-sama berdoa, semoga keinginan
ini bisa terwujud," pungkasnya.
Minta Dukungan DOB, Gubernur Temui OSO
Senin, 16 Oktober 2017 9:20 WIB
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (dok humas)
Pewarta :
Editor : Firsta Susan Ferdiany
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kaltara Harapkan Program Pokir DPRD Dapat jadi Instrumen Pembangunan
11 February 2026 8:11 WIB
Terpopuler - Parlementaria & Politik
Lihat Juga
Gubernur Kaltara Harapkan Program Pokir DPRD Dapat jadi Instrumen Pembangunan
11 February 2026 8:11 WIB