RSUD Kota Tarakan siapkan ruang isolasi pasien COVID-19
Rabu, 8 April 2020 22:45 WIB
Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti saata menyampaikan rilis melalui virtual di Tarakan, Rabu (8/4). Antara/Susylo Asmalyah
Tarakan (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sudah mempersiapkan ruangan untuk pasien tertular virus Corona (COVID-19) sebanyak 6 ruangan dengan 18 tempat tidur pada awalnya.
“Sekarang juga menyiapkan untuk tambahan ruang isolasi yang akan digunakan. Sebenarnya sudah kita gunakan untuk menampung pasien dari jamaah tabligh,” kata Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti saata menyampaikan rilis melalui virtual di Tarakan, Rabu.
Pasien yang pertama dilakukan isolasi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan adalah dari klaster KM Lambelu sebanyak 12 orang.
Sebelumnya Pemerintah Kota Tarakan sudah menyurati Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), agar Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, agar dijadikan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.
“Sebenarnya Pemkot Tarakan sudah memperiapkan, namun perlu legalitas yang menetapkan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Tarakan jadi rujukan untuk kasus COVID-19,” kata Devi.
Dari 18 tempat tidur ada 14 yang sudah digunakan untuk pasien, kemudian 8 orang dikirim ke RSUD Tarakan.
Ditambahkannya bahwa saat ini Tarakan masih kekurangan tenaga medis terutama perawat untuk penanganan kasus COVID-19.
“Kemarin mengambil tenaga perawat dari puskesmas Juwata, Mamburungan dan meminta bantuan dari rumah sakit Bhayangkara ada 3 perawat. Juga dari Dinas Kesehatan diperbantukan ada 2 tenaga medis,” kata Devi.
Saat ini jumlah pasien positif COVID-19 Kaltara ada 16 orang, Tarakan merupakan daerah yang paling banyak kasus positif sebanyak 9 orang, dimana 8 orang dari klaster KM Lambelu.
Baca juga: Rp2 juta/hari, penyemangat tenaga medis COVID-19 Riau
Baca juga: Gubernur Tambah 2 RS Rujukan Covid-19
“Sekarang juga menyiapkan untuk tambahan ruang isolasi yang akan digunakan. Sebenarnya sudah kita gunakan untuk menampung pasien dari jamaah tabligh,” kata Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti saata menyampaikan rilis melalui virtual di Tarakan, Rabu.
Pasien yang pertama dilakukan isolasi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan adalah dari klaster KM Lambelu sebanyak 12 orang.
Sebelumnya Pemerintah Kota Tarakan sudah menyurati Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), agar Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, agar dijadikan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.
“Sebenarnya Pemkot Tarakan sudah memperiapkan, namun perlu legalitas yang menetapkan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Tarakan jadi rujukan untuk kasus COVID-19,” kata Devi.
Dari 18 tempat tidur ada 14 yang sudah digunakan untuk pasien, kemudian 8 orang dikirim ke RSUD Tarakan.
Ditambahkannya bahwa saat ini Tarakan masih kekurangan tenaga medis terutama perawat untuk penanganan kasus COVID-19.
“Kemarin mengambil tenaga perawat dari puskesmas Juwata, Mamburungan dan meminta bantuan dari rumah sakit Bhayangkara ada 3 perawat. Juga dari Dinas Kesehatan diperbantukan ada 2 tenaga medis,” kata Devi.
Saat ini jumlah pasien positif COVID-19 Kaltara ada 16 orang, Tarakan merupakan daerah yang paling banyak kasus positif sebanyak 9 orang, dimana 8 orang dari klaster KM Lambelu.
Baca juga: Rp2 juta/hari, penyemangat tenaga medis COVID-19 Riau
Baca juga: Gubernur Tambah 2 RS Rujukan Covid-19
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jangan panik, virus ini sudah terdeteksi di Indonesia dan kenali gejala HMPV
07 January 2025 23:57 WIB, 2025
Hoaks! Surat Edaran Kemenkes wajibkan masker mulai 15 Desember 2023
18 December 2023 14:57 WIB, 2023
Presiden sebut Pemerintah belum putuskan imbau pakai masker soal COVID-19
16 December 2023 8:39 WIB, 2023
Catatan Ilham Bintang - Jumpa Farhan Faris, TikToker tampan yang dapat berkah dari Pandemi COVID-19
10 June 2023 6:18 WIB, 2023
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Kaltara Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor ke DPR
29 November 2025 21:13 WIB