Pembenahan Sungai Selor, Gubernur Kaltara pastikan rampung 2024
Selasa, 22 Agustus 2023 6:13 WIB
Gubernur Kaltara Zainal Paliwang di atas excavator amphibi long arm buatan PT. Pindad saat sedang melakukan pengerukan Sungai Selor di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Senin (21/8). (dkisp)
Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, meninjau langsung pengerukan Sungai Selor di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Tahun ini, proyek normalisasi sungai itu akan menghabiskan dana Rp 5 miliar. Pekerjaan tahap pertama akan tuntas pada akhir tahun ini. Kemudian akan dilanjutkan tahap dua pada 2024 mendatang.
"Sudah mulai dikerjakan. Tahap pertama akan selesai akhir tahun ini. Akhir 2024 selesai,” kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang di Tanjung Selor, Senin (21/8/2023).
Sebelumnya, Pemprov Kaltara telah melakukan penandatanganan MoU kerjasama tentang Pelaksanaan Normalisasi Sungai Selor/Buaya Kabupaten Bulungan oleh Gubernur Kaltara dan Komandan Resor Militer (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen TNI Ari Estefanus, S.Sos.,M.Sc, pada bulan Juli lalu.
Pengerukan dan pembersihan sungai dari tanaman liar itu dimaksudkan untuk mengembalikan fungsinya ke semula, yaitu jalur transportasi masyarakat dan sumber air baku perusahaan air minum milik Pemerintah Daerah.
Gubernur mengungkapkan dalam pengerjaan normalisasi sungai tersebut, DPUPR –Perkim mulai dari Meranti hingga Intake Sungai Buaya, sedangkan Korem dari Kampung Arab hingga Meranti.
Pengerjaan proyek ini menggunakan excavator buatan dalam negeri yaitu Excavator Amphibi Long Arm Pindad. Ia mengatakan excavator itu baru sebulan dibeli dari PT. Pindad. Pertimbangannya pembelian ini karena adanya nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
TKDN adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri, termasuk biaya pengangkutan yang ditawarkan dalam item penawaran harga barang maupun jasa. TKDN merupakan menjadi salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintahan.
“Kita harapkan Sungai Selor kembali ke fungsi semula serta bermanfaat untuk masyarakat,” tutup Gubernur. (dkisp)
Baca juga: Realisasi Pembiayaan UMKM di Kaltara Mencapai Rp2,5 Miliar
Baca juga: Kaltara tawarkan proyek investasi Rp10 T
Baca juga: Gubernur minta OPD pacu serapan APBD
Baca juga: DPKP bakal serahkan alat bantu pertanian
Baca juga: Sekprov Kaltara: Terus Melaju untuk Indonesia Maju mendorong pembangunan Benuanta
Tahun ini, proyek normalisasi sungai itu akan menghabiskan dana Rp 5 miliar. Pekerjaan tahap pertama akan tuntas pada akhir tahun ini. Kemudian akan dilanjutkan tahap dua pada 2024 mendatang.
"Sudah mulai dikerjakan. Tahap pertama akan selesai akhir tahun ini. Akhir 2024 selesai,” kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang di Tanjung Selor, Senin (21/8/2023).
Sebelumnya, Pemprov Kaltara telah melakukan penandatanganan MoU kerjasama tentang Pelaksanaan Normalisasi Sungai Selor/Buaya Kabupaten Bulungan oleh Gubernur Kaltara dan Komandan Resor Militer (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen TNI Ari Estefanus, S.Sos.,M.Sc, pada bulan Juli lalu.
Pengerukan dan pembersihan sungai dari tanaman liar itu dimaksudkan untuk mengembalikan fungsinya ke semula, yaitu jalur transportasi masyarakat dan sumber air baku perusahaan air minum milik Pemerintah Daerah.
Gubernur mengungkapkan dalam pengerjaan normalisasi sungai tersebut, DPUPR –Perkim mulai dari Meranti hingga Intake Sungai Buaya, sedangkan Korem dari Kampung Arab hingga Meranti.
Pengerjaan proyek ini menggunakan excavator buatan dalam negeri yaitu Excavator Amphibi Long Arm Pindad. Ia mengatakan excavator itu baru sebulan dibeli dari PT. Pindad. Pertimbangannya pembelian ini karena adanya nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
TKDN adalah nilai isian dalam persentase dari komponen produksi dalam negeri, termasuk biaya pengangkutan yang ditawarkan dalam item penawaran harga barang maupun jasa. TKDN merupakan menjadi salah satu preferensi dalam menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintahan.
“Kita harapkan Sungai Selor kembali ke fungsi semula serta bermanfaat untuk masyarakat,” tutup Gubernur. (dkisp)
Baca juga: Realisasi Pembiayaan UMKM di Kaltara Mencapai Rp2,5 Miliar
Baca juga: Kaltara tawarkan proyek investasi Rp10 T
Baca juga: Gubernur minta OPD pacu serapan APBD
Baca juga: DPKP bakal serahkan alat bantu pertanian
Baca juga: Sekprov Kaltara: Terus Melaju untuk Indonesia Maju mendorong pembangunan Benuanta
Pewarta : DKISP
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dishub Kaltara Gelar Inspeksi Keselamatan Angkutan di Terminal Damri Tanjung Selor
25 February 2026 17:05 WIB
BKD Pastikan Pelantikan Pejabat Sudah Sesuai Regulasi dan Persetujuan BKN
21 February 2026 20:46 WIB
Ada OPD Berubah Nomenklatur, Gubernur Kaltara Lantik dan Kukuhkan 86 Pejabat
21 February 2026 7:16 WIB
Gubernur Kaltara Harapkan Program Pokir DPRD Dapat jadi Instrumen Pembangunan
11 February 2026 8:11 WIB
Badan Pengelola Perbatasan Kaltara Pastikan Tidak Ada Desa yang Hilang di Nunukan
24 January 2026 19:58 WIB
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
22 January 2026 10:18 WIB
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
M4CR Perkuat Sinergi Pemerintah dan Desa dalam Konsolidasi DMPM di Kaltara
24 December 2025 8:10 WIB
Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia Tindaklanjuti Kerjasama Program Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan
24 October 2025 11:28 WIB
Delegasi Sri Lanka ke Kaltara Mempelajari Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
27 August 2025 18:46 WIB
KKN-PPM UGM bersama Pertamina EP Tarakan dan Lantamal XIII Tanam 1000 Mangrove
04 July 2025 17:58 WIB