Logo Header Antaranews Kaltara

DPR Dorong Pengoptimalisasi Pelabuhan Lemijung

Jumat, 30 September 2016 22:50 WIB
Image Print

Oleh M Rusman

Nunukan,(Antara News Kaltara) - DPR RI mendorong pemindahan pelabuhan internasional dari Pelabuhan Tunon Taka yang dikelola PT Pelindo IV ke PLBL (Pos Lintas Batas laut) Lamijung atau Liem Hioe Djung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis di Nunukan, Kamis malam beralasan penempatan pelabuhan internasional di Tunon Taka sangat semrawut atau tidak memenuhi standar sebagai pelabuhan penyeberangan lintas negara.

Sebab, selama penyelundupan masih sangat marak terutama "human trafficking" dan barang-barang terlarang seperti narkoba karena berdekatan dengan pelabuhan domestik tujuan Sulsel dan daerah lainnya.

Sehubungan dengan sulitnya mengantisipasi upaya-upaya penyelundupan ketika menempatkan penyebarangan dari dan ke Tawau Negeri Sabah, Malaysia di Tunon Taka maka penyelundupan sulit dihindari karena barang atau penumpang dari luar negeri dapat langsung dinaikkan ke kapal domestik tanpa pemeriksaan bea cukai.

"Penanganan pelabuhan internasional tujuan dan dari Tawau, Malaysia tampak semrawut maka Komisi V (DPR RI) akan dorong dipindahkan di PLBL Liem Hie Djung," janji dia menanggapi sulitnya memindahkan pelabuhan internasional karena tarik menarik kepentingan antara PT Pelindo IV dengan Pemkab Nunukan.

Hanya saja setelah melakukan peninjauan, Fary Djemi Francis mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi di PLBL Liemn Hie Djung sebelum difungsikan.

Salah satu langkah yang perlu ditempuh untuk meminimalisir upaya penuelundupan narkotika dan manusia dari dan ke Negeri Sabah dengan memindahkan pelabuhan internasional ke Liem Hie Djung karena dipastikan pengawasannya lebih teratur.

Sekaitan dengan pembenahan fasilitas PLBL Liem Hie Djung, Fary Djemi Francis menyatakan langsung menelpon Dirjen Perhubungan Laut supaya secepatnya dianggarkan.
Ia menilai, apabila tidak segera dipindahkan pelabuhan penyeberangan WNI atau TKI ke dan dari Malaysia itu maka penyelundupan tetap marak karena di Pelabuhan Tunon Taka sulit membedakan masyarakat atau penumpang. ***4***



Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2026