Gubernur Ajak Alumni Lemhanas di Kaltara Jadi Agen Pemersatu Bangsa

id Lemhanas,Agen pemersatu,Reuni Akbar,alumni

REUNI AKBAR: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri reuni akbar alumni Lemhanas di Jakarta, Senin (26/03) malam kemarin. (humasprovkaltara)

Jakarta (Antaranews Kaltara) - Bersama sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie memenuhi undangan untuk menghadiri Reuni Akbar Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) 2018 di Balai Samudera, Jakarta, Senin (26/3).

Reuni akbar dengan tema "Demokrasi Sehat, Negara Kuat" ini, digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-40. "Saya ucapkan selamat atas perayaan HUT ke-40 IKAL. Semoga Ikal, dan juga Lemhanas mampu makin berperan aktif, serta berkontribusi aktif-positif bagi kemajuan negara," ucap Irianto dalam kesempatan itu.

Di acara ini, datang berbagai tokoh inspiratif Indonesia, yang pidato-pidatonya sangat menggugah semangat kebangsaan. Termasuk di antaranya Gubernur Lemhanas Agus Widjojo yang menegaskan, bahwa keberadaan Lemhanas bertujuan utama untuk mendorong daya inovasi dari para calon pemimpin masa depan Indonesia.

Adapula Ketua Umum IKAL Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, yang menuturkan bahwa para alumni Lemhanas memiliki watak pejuang, peduli perkembangan situasi bangsa dan negara dan berwawasan negarawan. Alumni Lemhanas juga sedianya berkeyakinan tinggi, bahwa bangsa Indonesia, mayoritas menginginkan untuk utuh dalam wadah NKRI. Patut pula disadari, ada kekuatan minoritas yang menginginkan bangsa Indonesia bubar.

Dari itu, Gubernur berharap, kepada para alumni Lemhanas, khususnya di wilayah Provinsi Kaltara harus mampu membela Pancasila. "Tidak ada kata kompromi terhadap pihak yang merongrong Pancasila dan NKRI," ungkapnya. Pun demikian, harus disadari juga ada sejumlah perkembangan dunia global yang harus disikapi dengan bijak. Di antaranya, perkembangan demokrasi.

Meneruskan harapan Ketua Umum IKAL, Gubernur mengajak seluruh alumni Lemhanas di Kaltara untuk menjadi agen pemersatu bangsa, serta penyelamat perjalanan bangsa hingga Indonesia menjadi bangsa yang besar.

"Saya juga mengingatkan, sehubungan dengan pelaksanaan pesta demokrasi yang tengah bergulir saat ini, IKAL dituntut netral. Atribut IKAL juga tidak diperkenankan untuk mendukung salah satu pasangan calon," ujar gubernur.

"Saya juga berharap, TNI dan Polri untuk tetap solid, jangan sampai terpecah. Karena, soliditas TNI/Polri sangat menentukan keutuhan bangsa ini," tandasnya.

Arahan lainnya yang patut mendapat perhatian, adalah mengenai kader bangsa yang berkebangsaan dan leadership yang disampaikan Wakil Presiden H M Jusuf Kalla yang berkesempatan hadir dalam acara itu. Indonesia harus memandang dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia saat ini. Berbagai tantangan harus dihadapi. Ada dua hal pokok tantangan yang harus diwaspadai, yaitu percepatan dan perubahan sistem ekonomi dunia.

"Indonesia tak lagi berhadapan dengan Cold War, tapi Hot War. Yakni, dimana peran Information Technology (IT) menjadi bagian hidup seseorang, tapi juga mampu menjadi alat perperangan sebuah bangsa," ujarnya. Untuk itu, masyarakat Indonesia, tak terkecuali Kaltara harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi dua tantangan pokok itu. Utamanya, percepatan yang memicu persaingan didalam berbagai sendi kehidupan.

"Sesuai arahan Wapres, saya berharap masyarakat Kaltara dapat bersatu dengan modal kuat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Itu merupakan pondasi dasar keutuhan negara ini," kata Irianto.

Ditambahkan, TNI dan Polri juga harus diperkuat keberadaannya. Karena, ada beberapa ancaman keutuhan bangsa yang tak dapat diselesaikan dengan jalan perdamaian, tapi butuh operasi militer. "Untuk itulah, Kaltara selalu mendukung penuh percepatan pembentukan kekuatan TNI/Polri. Buktinya, dengan telah dibentuknya Polda Kaltara," pungkasnya.

Selain dihadiri Wakil Presiden, pada acara ini turut hadir pula Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, dan para mantan pejabat negara maupun tokoh nasional lainnya yang merupakan alumni Lemhanas.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar