Warga Tarakan Padati Pantai Amal Saat Libur Lebaran

id Idul Fitri

Warga Tarakan Padati Pantai Amal Saat Libur Lebaran

Warga Tarakan mengisi liburan hari raya Idul Fitri dengan mengunjungi Pantai Amal Tarakan, Minggu (16/5). Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Pantai Amal di Tarakan pada hari keempat hari raya Idul Fitri dipadati pengunjung terutama warga Tarakan.

"Hari ini membludak bentuk pengunjungnya, pokoknya banyak (pengunjungnya)," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Hanip Matiksan di Tarakan, Minggu.

Hal tersebut juga telah diantisipasi oleh personel Satpol PP bersama instansi lainnya diantaranya TNI dan Polri.

Pengunjung tetap diharuskan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan melakukan social distancing.

"Kita menghimbau agar pengunjung jangan berkerumun dan tetap menggunakan masker," kata Hanip.

Bahkan petugas gabungan yang menjaga keamanan di Pantai Amal sudah mempersiapkan masker untuk pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Sementara itu, Najwa salah satu pemilik warung makan laut di kawasan Pantai Amal mengatakan bahwa selama masa pandemi pengunjung di warung makannya agak menurun.

"Tapi kalau hari Sabtu dan Minggu atau hari libur jumlah pelanggannya bisa sampai 50 orang," katanya.

Warung makan milik Najwa ini menjual makanan laut seperti udang, cumi, ikan dan kappa. Dimana harga satu porsi makanan yang sudah dimasak sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000.

Selama libur hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kota Tarakan membuka semua tempat wisata termasuk Pantai Amal. Untuk harga tiket masuk ke area Pantai Amal satu orang seharga Rp2.500.

Pantai Amal merupakan tempat wisata yang menarik, karena pengunjung disuguhkan dengan banyaknya warung makan yang menjual makanan laut.

Adanya gazebo - gazebo menghadap ke laut, sehingga pengunjung menikmati suasana pantai dengan menyantap makanan laut yang dipesan.
Baca juga: 456 Narapidana di Lapas TarakanMendapatkan Remisi
Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar