
Kasulampua Miliki Peluang Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang menegaskan kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) memiliki potensi dan peluang besar mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Hal itu disampaikannya saat membuka Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Wilayah Kasulampua, di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara, Rabu.
“Dari sisi potensi yang dimiliki, regional Kasulampua merupakan kawasan strategis yang memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya diperlukan perumusan kebijakan secara bersama-sama untuk memastikan bahwa potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat di kawasan Kasulampua.
Kegiatan konreg PDRB ini, kata Zainal, merupakan momentum penting bagi kawasan Kasulampua. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konreg PDRB Kasulampua Tahun 2026.
“Melalui konreg PDRB ini, mari kita wujudkan pembangunan wilayah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan pembangunan, penguatan kawasan perbatasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ajaknya.
Lebih lanjut, melalui forum tersebut ia mengharapkan akan lahir berbagai peluang strategis yang dapat memperkuat koordinasi serta menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan demikian, berbagai isu strategis di wilayah Kasulampua dapat diintervensi secara lebih efektif dan terintegrasi dalam agenda pembangunan nasional.
“Konreg ini juga kita harapkan mampu memperkuat kerja sama antar daerah dalam mengoptimalkan potensi unggulan, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan melalui pengembangan industri hilirisasi pada sektor-sektor basis, seperti pertambangan, pertanian, serta komoditas unggulan lainnya,” harapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan konreg PDRB ini yang pertama adalah mengevaluasi kinerja dan struktur perekonomian regional kawasan Kasulampua berdasarkan kesepakatan Konreg PDRB Kasulampua Tahun 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kemudian mengidentifikasi isu-isu strategis dan tantangan pembangunan ekonomi kawasan khususnya menguatkan kedaulatan pangan dan penugasan produktivitas sektor unggulan daerah.
Selanjutnya merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan terukur guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kasulampua.
“Juga memperkuat sinergi dan koordinasi antar pemerintah provinsi di kawasan Kasulampua serta dengan pemerintah pusat pemangku kepentingan terkait dalam perencanaan dan pengendalian pembangunan ekonomi regional,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, peserta Konreg PDRB Wilayah Kasulampua Tahun 2026 yang hadir sebanyak 135 orang. Terdiri dari unsur pemerintah pusat, dalam hal ini akan menjadi narasumber dari kementerian dan lembaga, perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah provinsi wilayah Kasulampua serta pemerintah kabupaten/kota se-Kaltara.
Jumlah kehadiran peserta pada konreg yang mengangkat tema “Kedaulatan pangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Kasulampua” ini, kata dia, relatif belum maksimal karena kondisi transportasi khususnya pesawat yang saat ini penumpangnya selalu penuh pascamudik lebaran.
“Kita menargetkan 200-300 orang, tapi dengan kondisi yang ada hanya sampai dengan 135 orang dalam konreg yang kita laksanakan 14-16 April 2026 di Tanjung Selor,” ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Negara Bagian Sabah Akan Berkunjung ke Kaltara
Baca juga: DPRD dan Pemprov Kaltara Dukung Penerapan Pembatasan Medsos Anak
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
