Warga Pantai Amal datangi Polres Tarakan karena berita hoaks
Jumat, 23 Agustus 2019 20:32 WIB
Sekitar 100 warga RT 15, Jalan Binalatung, Pantai Amal mendatangi Polres Tarakan, Jumat sore (23/08/2019) terkait adanya kabar bohong atau hoaks. ANTARA/Susylo Asmalyah
Tarakan (ANTARA) - Sekitar 100 warga RT 15, Jalan Binalatung, Pantai Amal mendatangi Polres Tarakan, Jumat sore terkait adanya kabar bohong atau hoaks bahwa beberapa warga mau ditahan karena kasus tanah dengan TNI AL.
Para warga baik laki - laki berdatangan dengan menggunakan mobil bak terbuka menanyakan hal tersebut dan ditemui oleh Wakapolres Tarakan, Kompol Bambang Herkamto.
Salah satu warga Pantai Amal, Yusuf mengatakan peristiwa terjadi pada hari Selasa adanya tenda yang dipasang di tanah yang dianggapnya milik warga oleh pihak TNI AL untuk rencana pembangunan perumahan TNI AL.
"Justru hexa (alat berat) yang masuk, dan sebelumnya masyarakat bilang belum ada kesepakatan dan masyarakat bereaksi," kata Yusuf.
Kemudian adanya perusakan maka dianggap masyarakat merusak aset negara. Selanjutnya dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan.
"Sudah ada 10 orang dimintai keterangan. Ada info katanya teman kami mau ditahan ternyata hoaks," kata Yusuf.
Sementara itu, Bambang mengatakan bahwa ada warga yang diperiksa demikian pula dengan pihak TNI.
"Dilaporkan perusakan propertinya, dan dimintai keterangan juga tidak ada yang ditahan," kata Wakapolres.
Baca juga: Berantas Hoaks, Pemprov dan Polda Bersinergi
Para warga baik laki - laki berdatangan dengan menggunakan mobil bak terbuka menanyakan hal tersebut dan ditemui oleh Wakapolres Tarakan, Kompol Bambang Herkamto.
Salah satu warga Pantai Amal, Yusuf mengatakan peristiwa terjadi pada hari Selasa adanya tenda yang dipasang di tanah yang dianggapnya milik warga oleh pihak TNI AL untuk rencana pembangunan perumahan TNI AL.
"Justru hexa (alat berat) yang masuk, dan sebelumnya masyarakat bilang belum ada kesepakatan dan masyarakat bereaksi," kata Yusuf.
Kemudian adanya perusakan maka dianggap masyarakat merusak aset negara. Selanjutnya dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan.
"Sudah ada 10 orang dimintai keterangan. Ada info katanya teman kami mau ditahan ternyata hoaks," kata Yusuf.
Sementara itu, Bambang mengatakan bahwa ada warga yang diperiksa demikian pula dengan pihak TNI.
"Dilaporkan perusakan propertinya, dan dimintai keterangan juga tidak ada yang ditahan," kata Wakapolres.
Baca juga: Berantas Hoaks, Pemprov dan Polda Bersinergi
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Video Viral Soal Jalan Krayan Dibangun Pakai Dana Masyarakat, Pemdes: Itu Hoaks!
24 June 2025 5:16 WIB
Kodam Mulawarman Temukan Pidana Berita hoaks Pada Oknum Prajurit Penyebar Viral Tentang Danyonif 613/RJA
17 December 2024 14:04 WIB, 2024
Hoaks! Surat Edaran Kemenkes wajibkan masker mulai 15 Desember 2023
18 December 2023 14:57 WIB, 2023
Waspada hoaks! Tak benar Turki hingga Singapura resmi membatalkan prosedur vaksin
07 February 2022 19:18 WIB, 2022
Waspada hoaks ! Tak benar kecelakaan maut Balikpapan tewaskan 21 orang
22 January 2022 19:51 WIB, 2022