Kasus stunting di Tarakan turun menjadi enam persen
Rabu, 8 Februari 2023 15:09 WIB
Koordinator Penanganan Stunting Kota Tarakan yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto. ANTARA/Susylo Asmalyah.
Tarakan (ANTARA) - Saat ini kasus stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis di Tarakan turun menjadi enam persen.
"Berdasarkan data dari hasil Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), kasus stunting turun dari delapan persen, menjadi enam persen," kata Koordinator Penanganan Stunting yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto di Tarakan, Rabu.
Dia mengatakan untuk menurunkan angka stunting, membuahkan hasil dalam kurun waktu beberapa bulan sejak pertengahan tahun lalu.
Sedangkan dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), mencatat Tarakan juga mengalami penurunan kasus stunting hingga mendekati standar nasional, yakni 15,4 persen. Sementara standar nasional 14 persen.
Dari data itu, diperoleh juga hasil bahwa Pemkot Tarakan mampu menurunkan angka stunting tertinggi yang berada di Kelurahan Pantai Amal. Namun, demikian, stunting masih ada di kelurahan lain.
“Dari kegiatan itu, Alhamdulillah Pantai Amal sudah turun. Yang tertinggi sekarang di kelurahan Sebengkok dan Selumit Pantai,” Wawali.
Effendhi mengakui masih adanya stunting, karena dalam penanganan, pihaknya berkonsentrasi pada daerah yang angka stunting tertinggi.
Namun, pihaknya telah membuat program untuk penanganan jangka pendek. Di antaranya, melakukan intervensi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada saat Musrenbang, agar dapat melakukan upaya penanganan stunting sampai ke kelurahan dan RT.
Pihaknya juga telah mendesak Kantor Perwakilan BKKBN Kalimantan Utara, agar dapat memberikan hasil audit yang dilaksanakan Dinas Kesehatan bersama BKKBN Pusat melalui program SSGI untuk menguatkan data dalam rangka menyusun program penanganannya bersama OPD.
Effendhi tidak menampik, pihaknya tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan OPD. Di antaranya dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan yang diharapkan mendistribusikan Program Keluarga Harapan (PKH) dan PKM tepat sasaran, yakni sejalan dengan yang dipetakan e-PPGBM maupun SSGI.
Hal ini merupakan upaya Wali Kota Tarakan Khairul dalam rangka menurunkan angka stunting maupun kemiskinan ekstrim.
Ia juga berterima kasih kepada Bank Indonesia yang turut membantu melalui program-programnya. Serta kepada Pertamina EP Asset 5 Tarakan melalui program peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.
Baca juga: Pemkot alokasikan APBD Rp3 miliar untuk rumah tamu Kodim Tarakan
"Berdasarkan data dari hasil Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), kasus stunting turun dari delapan persen, menjadi enam persen," kata Koordinator Penanganan Stunting yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto di Tarakan, Rabu.
Dia mengatakan untuk menurunkan angka stunting, membuahkan hasil dalam kurun waktu beberapa bulan sejak pertengahan tahun lalu.
Sedangkan dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), mencatat Tarakan juga mengalami penurunan kasus stunting hingga mendekati standar nasional, yakni 15,4 persen. Sementara standar nasional 14 persen.
Dari data itu, diperoleh juga hasil bahwa Pemkot Tarakan mampu menurunkan angka stunting tertinggi yang berada di Kelurahan Pantai Amal. Namun, demikian, stunting masih ada di kelurahan lain.
“Dari kegiatan itu, Alhamdulillah Pantai Amal sudah turun. Yang tertinggi sekarang di kelurahan Sebengkok dan Selumit Pantai,” Wawali.
Effendhi mengakui masih adanya stunting, karena dalam penanganan, pihaknya berkonsentrasi pada daerah yang angka stunting tertinggi.
Namun, pihaknya telah membuat program untuk penanganan jangka pendek. Di antaranya, melakukan intervensi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada saat Musrenbang, agar dapat melakukan upaya penanganan stunting sampai ke kelurahan dan RT.
Pihaknya juga telah mendesak Kantor Perwakilan BKKBN Kalimantan Utara, agar dapat memberikan hasil audit yang dilaksanakan Dinas Kesehatan bersama BKKBN Pusat melalui program SSGI untuk menguatkan data dalam rangka menyusun program penanganannya bersama OPD.
Effendhi tidak menampik, pihaknya tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan OPD. Di antaranya dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan yang diharapkan mendistribusikan Program Keluarga Harapan (PKH) dan PKM tepat sasaran, yakni sejalan dengan yang dipetakan e-PPGBM maupun SSGI.
Hal ini merupakan upaya Wali Kota Tarakan Khairul dalam rangka menurunkan angka stunting maupun kemiskinan ekstrim.
Ia juga berterima kasih kepada Bank Indonesia yang turut membantu melalui program-programnya. Serta kepada Pertamina EP Asset 5 Tarakan melalui program peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.
Baca juga: Pemkot alokasikan APBD Rp3 miliar untuk rumah tamu Kodim Tarakan
Pewarta : Redaksi
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Walikota Tarakan Mengikuti Peringatan Isra Mikraj di Islamic Center Baitul Izzah
22 January 2026 13:42 WIB
Wawali Tarakan : Sensus Ekonomi 2026 Memiliki Peran Vital Dalam Pembangunan
10 December 2025 21:09 WIB
Sejumlah Tokoh Menyatakan Sikap Bersama dalam Deklarasi Kota Tarakan Damai
01 September 2025 7:58 WIB
Wali Kota Tarakan Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia
29 August 2025 7:37 WIB
PT Migas Kaltara Jaya dan Medco E&P Tandatangani Perjanjian Pengalihan PI 10% WK Tarakan
05 July 2025 10:09 WIB
Walikota dan Wawali Tarakan Sudah Laksanakan Program Andalan Dalam 100 Hari Kerja
02 June 2025 6:41 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemprov Kaltara Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor ke DPR
29 November 2025 21:13 WIB
Kader Kesehatan di Desa Ujung Tombak Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan Ibu dan Anak
11 November 2025 7:25 WIB