Kaltara dan Unhas kerja sama susun peta pencegahan konflik sosial
Kamis, 1 Agustus 2024 4:42 WIB
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang (depan tengah) bersama sejumlah civitas akademika Universitas Hasanuddin, Makassar berfoto bersama pada forum pertemuan di Makassar, Senin (29/7/2024). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)
Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, menyusun peta konflik untuk menciptakan keamanan sekaligus mencegah konflik sosial.
“Kita butuh peta konflik seperti radar yang bisa mendeteksi potensi konflik sejak dini," kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di Tanjung Selor, Rabu.
Ia menekankan pentingnya pemetaan konflik dan menegaskan bahwa konflik adalah hal kompleks yang bisa muncul dari berbagai ketidakseimbangan.
"Konflik itu seperti gunung es, apa yang terlihat di permukaan belum tentu akar masalahnya," ujar Zainal.
Ia menjelaskan bahwa konflik bisa muncul dari masalah sosial, ekonomi, hingga politik. Salah satu tantangan dalam penanganan konflik di Kaltara adalah perlunya data yang komprehensif tentang potensi konflik.
Dengan adanya peta konflik, ia optimistis pemerintah daerah bisa lebih proaktif dalam mencegah terjadinya konflik. Peta ini juga akan menjadi acuan dalam menyusun rencana aksi untuk mengatasi konflik yang sudah terjadi.
Zainal mengapresiasi kerja sama antara Pemprov Kaltara dengan Unhas dalam menyusun peta konflik ini.
Ia juga optimis hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang tepat.
"Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu dan mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan," tuturnya.
“Kita butuh peta konflik seperti radar yang bisa mendeteksi potensi konflik sejak dini," kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang di Tanjung Selor, Rabu.
Ia menekankan pentingnya pemetaan konflik dan menegaskan bahwa konflik adalah hal kompleks yang bisa muncul dari berbagai ketidakseimbangan.
"Konflik itu seperti gunung es, apa yang terlihat di permukaan belum tentu akar masalahnya," ujar Zainal.
Ia menjelaskan bahwa konflik bisa muncul dari masalah sosial, ekonomi, hingga politik. Salah satu tantangan dalam penanganan konflik di Kaltara adalah perlunya data yang komprehensif tentang potensi konflik.
Dengan adanya peta konflik, ia optimistis pemerintah daerah bisa lebih proaktif dalam mencegah terjadinya konflik. Peta ini juga akan menjadi acuan dalam menyusun rencana aksi untuk mengatasi konflik yang sudah terjadi.
Zainal mengapresiasi kerja sama antara Pemprov Kaltara dengan Unhas dalam menyusun peta konflik ini.
Ia juga optimis hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan yang tepat.
"Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu dan mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan," tuturnya.
Pewarta : Muh. Arfan
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pollymaart Himbau Waspadai Potensi Konflik Usai Pilkada Serentak 2024
02 December 2024 18:35 WIB, 2024
Kaltara-Unhas gelar "Focus Group Discussion" Penyusunan Peta Rawan Konflik Kalimantan Utara
12 September 2024 18:31 WIB, 2024
Dinsos Kaltara Akan Melakukan Penguatan Kearifan Lokal Dalam Pencegahan Konflik Sosial
13 June 2024 17:59 WIB, 2024
Catatan Laksamana Sukardi- Perang dunia maya (cyber war), hikmah konflik Rusia vs Ukraina
08 March 2022 12:41 WIB, 2022
Kerawanan konflik antara Indonesia dengan Malaysia: Klaim Kebudayaan
01 December 2020 10:37 WIB, 2020
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Ibu Paruh Baya Dari Serangan Buaya di Tarakan
19 January 2026 20:41 WIB