Realisasi Dokter Terbang Kaltara capai 70 persen, diharapkan anggaran naik di 2025
Selasa, 29 Oktober 2024 9:57 WIB
Realisasi Dokter Terbang Kaltara capai 70 persen, diharapkan anggaran naik di 2025 (Cica Andriyani/ANTARA Kaltara)
Tanjung Selor (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kalimantan Utara telah melakukan program Dokter Terbang dan terus berjalan hingga saat ini. Priogram ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar 1,6 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2024.
Hingga saat ini realisasi Dokter terbang telah mencapai 70 persen dan ditargetkan pada akhir tahun 2024 realisasi telah mencapai 100 persen. Adapun dokter terbang ini melayani masyarakat yang berada di perbatasan maupun di wilayah pedalaman yang sulit diakses seperti di Punan Batu Benau.
“Sudah sekitar 70 persen ini dan sampai akhir tahun akan terus kita jalankan dan sasaran kami Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DPTK) yaitu Nunukan dan Malinau”, kata Usman selaku Dinas Kesehatan Kalimantan Utara.
Untuk tenaga medis yang disediakan telah menyesuaikan dengan lokasi tujuan dokter terbang. Namun yang biasanya dibutuhkan masyarakat adalah spesialis penyakit dalam, anak dan mata.
“Yang banyak kalau pada umumnya ya rata-rata penyakit dalam dan anak itu banyak pasiennya dan bahkan sampai ke keluhan mata juga banyak”, kata dia.
Program dokter terbang ini akan tetap diusulkan di tahun 2025 mendatang dan diharapkan agar anggaran tersebut dapat bertambah dari tahun 2024 sebesar 1,6 Miliar.
“Kita usahakan ada peningkatan anggaran, kita upayakan untuk meningkatkan cakupannya maupun frekuensinya dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari 1,6 M”, ungkapnya.
Baca juga: Strategi Kaltara layani kesehatan di perbatasan melalui dokter terbang
Baca juga: Video - Atasi layanan kesehatan di pelosok, Kaltara gelar "Dokter Terbang"
Baca juga: Dokter Terbang 2021, Dinkes Usulkan Rp 3,5 Miliar
Hingga saat ini realisasi Dokter terbang telah mencapai 70 persen dan ditargetkan pada akhir tahun 2024 realisasi telah mencapai 100 persen. Adapun dokter terbang ini melayani masyarakat yang berada di perbatasan maupun di wilayah pedalaman yang sulit diakses seperti di Punan Batu Benau.
“Sudah sekitar 70 persen ini dan sampai akhir tahun akan terus kita jalankan dan sasaran kami Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DPTK) yaitu Nunukan dan Malinau”, kata Usman selaku Dinas Kesehatan Kalimantan Utara.
Untuk tenaga medis yang disediakan telah menyesuaikan dengan lokasi tujuan dokter terbang. Namun yang biasanya dibutuhkan masyarakat adalah spesialis penyakit dalam, anak dan mata.
“Yang banyak kalau pada umumnya ya rata-rata penyakit dalam dan anak itu banyak pasiennya dan bahkan sampai ke keluhan mata juga banyak”, kata dia.
Program dokter terbang ini akan tetap diusulkan di tahun 2025 mendatang dan diharapkan agar anggaran tersebut dapat bertambah dari tahun 2024 sebesar 1,6 Miliar.
“Kita usahakan ada peningkatan anggaran, kita upayakan untuk meningkatkan cakupannya maupun frekuensinya dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari 1,6 M”, ungkapnya.
Baca juga: Strategi Kaltara layani kesehatan di perbatasan melalui dokter terbang
Baca juga: Video - Atasi layanan kesehatan di pelosok, Kaltara gelar "Dokter Terbang"
Baca juga: Dokter Terbang 2021, Dinkes Usulkan Rp 3,5 Miliar
Pewarta : Cica Andriyani
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter: Penyakit lupus rawan terhadap anak perempuan, harus diwaspadai sejak dini
13 May 2024 21:04 WIB, 2024
Info Haji 2024 - Dokter sarankan jamaah calon haji bawa sejumlah obat-obatan
10 May 2024 13:45 WIB, 2024
Video - Atasi layanan kesehatan di pelosok, Kaltara gelar "Dokter Terbang"
15 February 2023 7:58 WIB, 2023
Dirut RSUD Bulungan: RUU Kesehatan diharapkan permudah pendidikan dokter spesialis
14 February 2023 10:02 WIB, 2023
RSUD Bulungan Kaltara lebih butuh banyak dokter spesialis konsultan
13 February 2023 14:17 WIB, 2023
Diskes: Rasio dokter spesialis di Kaltara belum memenuhi standar WHO
13 February 2023 14:14 WIB, 2023
Tim Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia ungkap hasil otopsi Brigadir J
22 August 2022 16:54 WIB, 2022
Terpopuler - Kaltara
Lihat Juga
Catatan Ana Sriekaningsih: Dompet Digital Makin Laris, Bukti Ekonomi Kita Makin Gesit
09 April 2026 20:36 WIB
Peneliti UBT Kaji Dampak Penegakan Hukum terhadap Deforestasi Sawit di Kaltara
08 April 2026 6:23 WIB