Tana Tidung (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara Muh. Saleh menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh lintas agama di Kabupaten Tana Tidung atas semangat, komitmen, dan peran aktif mereka dalam menjaga serta merawat harmoni kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurut Kakanwil, kerukunan dan kedamaian yang terwujud di tengah masyarakat Tana Tidung merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui dialog, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan para tokoh agama dan tokoh masyarakat lintas iman. 

Hal ini menjadi modal sosial yang sangat berharga, khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang dikenal sebagai daerah perbatasan dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

“Kerukunan dan harmoni yang kita rasakan hari ini tidak hadir dengan sendirinya. Semua itu dirawat melalui dialog yang berkesinambungan, sikap saling menghargai, serta keteladanan nyata para tokoh lintas agama. Kabupaten Tana Tidung menunjukkan bahwa keberagaman, apabila dikelola dengan baik, justru menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Kakanwil.

Ia menegaskan bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat lintas iman memiliki peran yang sangat strategis sebagai pilar pemersatu bangsa. 

Di tengah berbagai dinamika sosial dan tantangan global, keberadaan tokoh agama dinilai mampu menjadi penyejuk umat, penjaga keseimbangan sosial, sekaligus agen perdamaian di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kakanwil menyampaikan bahwa upaya merawat kerukunan umat beragama tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kementerian Agama akan terus berkomitmen untuk hadir sebagai jembatan harmoni. Kami mendorong penguatan moderasi beragama melalui kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk forum-forum lintas agama, agar nilai-nilai toleransi, keadilan, dan persaudaraan dapat terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurut Kakanwil, moderasi beragama bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik dalam cara beribadah, bersikap, maupun berinteraksi sosial. 

Dalam konteks ini, tokoh agama diharapkan menjadi teladan yang mampu menyampaikan ajaran agama secara sejuk, inklusif, dan menyejukkan.

Ia juga mengajak seluruh tokoh lintas agama di Kabupaten Tana Tidung untuk terus menjaga ruang-ruang dialog, memperkuat komunikasi antarumat beragama, serta menanamkan nilai persaudaraan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Dialog lintas agama harus terus kita rawat. Melalui dialog, kita dapat saling memahami, menghilangkan prasangka, serta bersama-sama menangkal potensi konflik yang berlatar belakang keagamaan. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan Tana Tidung yang aman, harmonis, dan sejahtera,” katanya.

Kakanwil menambahkan bahwa keberhasilan menjaga kerukunan umat beragama akan berdampak langsung pada stabilitas sosial dan kelancaran pembangunan daerah. 

Suasana masyarakat yang rukun dan damai merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan daerah.

Ia berharap, semangat toleransi dan harmoni yang telah terbangun di Kabupaten Tana Tidung dapat terus dipelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di wilayah Kalimantan Utara.

“Semoga semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas iman yang telah terbangun di Tana Tidung dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kaltara Ajak Perkuat Kerukunan Beragama
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kaltara Dorong Rumah Ibadah Jadi Pelopor Cinta Lingkungan