Tanjung Selor (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan Launching Implementasi Ekoteologi di Rumah Ibadah Kabupaten Tanah Tidung sebagai bagian dari ikhtiar meneguhkan peran nilai-nilai keagamaan dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup, Senin (26/1).

Launching ekoteologi ini dilaksanakan di sejumlah rumah ibadah lintas agama yang ada di Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung, yakni Masjid Jabal Rahmah, Gereja Paroki Santo Paulus Tideng Pale, Vihara Dhama Phala Tideng Pale, serta Gereja GKII Desa Sebidai. Penetapan rumah ibadah tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kerukunan umat beragama dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Tidung bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, tokoh lintas agama, serta yang mewakili Kabid dan Pembimas pada Kanwil Kemenag Kaltara serta ASN Kankemenag Kabupaten Tana Tidung.

Launching ekoteologi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dalam keterangannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara  Muh. Saleh menegaskan bahwa ekoteologi merupakan ikhtiar spiritual dan sosial untuk mengembalikan ajaran agama sebagai sumber nilai dalam menjaga keseimbangan alam.

“Ekoteologi adalah pengingat bahwa agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab moral manusia terhadap alam sebagai ciptaan-Nya. Merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah dan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kakanwil.

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Kaltara menyampaikan bahwa melalui program ekoteologi, Kementerian Agama mendorong rumah ibadah agar menjadi pelopor gerakan cinta lingkungan di tengah masyarakat.

“Melalui implementasi ekoteologi ini, kami mendorong agar rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, keteladanan, dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Konsep Rumah Ibadah ASRI—Aman, Sehat, Ramah, dan Indah, harus benar-benar diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Tanah Tidung memiliki potensi alam yang besar sehingga perlu dijaga secara bersama-sama melalui sinergi antara nilai keagamaan, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

“Tanah Tidung memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, nilai-nilai agama, kearifan lokal, dan kepedulian lingkungan harus berjalan seiring agar pembangunan yang dilakukan tidak merusak, tetapi justru menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Kaltara juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Tidung, tokoh lintas agama, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan launching ekoteologi ini.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat. Semoga launching ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada aksi nyata yang konsisten dan berdampak luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap rumah ibadah di Kabupaten Tanah Tidung dapat menjadi pelopor dalam memperkuat kerukunan umat beragama, menumbuhkan kesadaran ekologis, serta menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada generasi muda demi kelestarian lingkungan dan kehidupan yang harmonis.
Baca juga: Peringatan Isra Mikraj 1447 H Kanwil Kemenag Kaltara, Momentum Menguatkan Iman, Integritas, dan Pelayanan Umat
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kaltara: HUT ke-25 BAZNAS Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian Umat